Catat! Ini Saham-saham & Sektor Unggulan pada 2020

Danareksa Sekuritas memproyeksikan sektor-sektor unggulan yang bakal menampuk rezeki pada 2020 di tengah iklim dana murah.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  01:19 WIB
Catat! Ini Saham-saham & Sektor Unggulan pada 2020
Bursa Efek Indonesia - Antara/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Danareksa Sekuritas memproyeksikan sektor-sektor unggulan yang bakal menampuk rezeki pada 2020 di tengah iklim dana murah.

Kepala Riset Ekuitas Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto mengatakan pada 2020 terdapat beberapa sektor yang akan menangguk rezeki sehingga investor bisa mempertimbangkan faktor sentimen sektoral pada saham-saham pilihannya.

Secara umum, dia menyebut sektor perbankan dan otomotif bakal menikmati manfaat dari iklim bunga rendah. Dia pun memproyeksikan Bank Sentral akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada 2020.

“Kami mendukung sektor yang beriorientasi pada domestik akan mendapatkan manfaat dari lingkungan bunga yang lebih rendah seperti perbankan dan otomotif,” ujarnya dalam publikasi risetnya pada Sabtu (11/1/2020).

Menurutnya, musim bunga rendah juga akan memacu sektor dengan belanja modal tinggi seperti telekomunikasi dan menara. Pertimbangannya, dua sektor ini tengah memacu belanja modal untuk memperluas cakupan jaringan 4G.

“Lingkungan bunga lebih rendah pun akan mendukung sektor padat modal seperti telekomunikasi dan menara,” ungkap Helmy.

Sektor lainnya yang bakal menikmati cuan bunga rendah yakni sektor konstruksi yang memiliki high gearing atau leverage yang tinggi. Terakhir, sektor yang terkait komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bakal menikmati keuntungan dari kenaikan harga CPO.

Namun, suku bunga rendah ternyata tak cukup memberikan suplemen terhadap sektor properti. Oleh karena itu, pihaknya menurunkan peringkat terhadap sektor properti menjadi netral.

Penyebabnya, pertama, ekspektasi pertumbuhan penjualan dan pemasaran secara tahunan yang lebih rendah. Kedua, kurangnya dukungan regulasi berupa insentif. Ketiga, manfaat yang dari potensi penurunan pajak penghasilan badan. Terakhir, potensi fluktuasi kinerja akibat penerapan pencatatan akuntasi PSAK.

Atas proyeksi tersebut, dia merekomendasikan saham beberapa emiten seperti TLKM, BMRI, ICBP, WIKA dan ASII. Lalu, saham emiten lainnya yang bisa disarankan yakni PTBA, MAPI, PWON, EXCL, dan LSIP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, rekomendasi saham, bursa efek indonesia

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top