Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demi Efisiensi, Lautan Luas (LTLS) Merger 2 Anak Usaha

Aksi korporasi itu diharapkan dapat meningkatkan efiensi pengelolaan sumber daya dalam anak perusahaan Lautan Luas.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  18:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Lautan Luas Tbk. resmi menggabungkan dua anak usaha perseroan untuk meningkatkan efisiensi.

Dalam keterbukaan informasi Selasa (7/1/2020), Direktur dan Sekretaris Perusahaan Lautan Luas Herman Santoso menyampaikan dua anak usaha perseroan yang dimerger, yakni PT Dunia Kimia Jaya dan PT Advance Stabilindo Industry. Keduanya berkedudukan di Bekasi.

Rencana penggabungan usaha dua entitas emiten bersandi LTLS itu tertuang dalam surat No. 113/LTL-LCS/VIII/2019 pada 4 Agustus 2019. Selanjutnya persetujuan, penerimaan pemberitahuan penggabungan dan perubahan anggaran dasar PT Dunia Kimia Jaya dari Menteri Hukum dan HAM tertuang dalam surat No.133/LTL-LCS/IX/2019.

"Pada 3 Januari 2020, perseroan menerima pemberitahuan dari PT Dunia Kimia Jaya bahwa penggabungan usaha antara DKJ dan ASI telah efektif per 1 Januari 2020 dan pelaksanaan di lapangan sudah berjalan dengan baik," tulisnya.

Lebih lanjut, aksi korporasi itu diharapkan dapat meningkatkan efiensi pengelolaan sumber daya dalam anak perusahaan Lautan Luas.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2019, DKJ merupakan produsen kimia yang beroperasi sejak 1979 dan memiliki tital aset Rp405,72 miliar. Sementara itu, ASI bergerak di bidang usaha yang sama dengan jumlah aset yang lebih kecil, yaitu Rp115,81 miliar.

Hingga September 2019, LTLS memiliki total aset Rp5,92 triliun. Adapun total liabilitas dan ekuitas perseroan masing-masing sebesar Rp3,76 triliun dan Rp2,15 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lautan luas kinerja emiten
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top