Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Setujui Kesepakatan Fase Satu, Begini Reaksi Pasar China

Nilai tukar yuan membukukan penguatan terbesar dalam setahun, sementara bursa saham China naik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah menyetujui kesepakatan perdagangan fase satu.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  09:20 WIB
Perang dagang AS China - istimewa
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar yuan membukukan penguatan terbesar dalam setahun, sementara bursa saham China naik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah menyetujui kesepakatan perdagangan fase satu.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar yuan onshore menguat 1 persen ke level 6,9570 per dolar AS pada perdagangan Jumat (13/12/2019) pagi, level terkuat sejak 2 Agustus secara intraday.

Persetujuan tersebut akan menghindari tenggat waktu pengenaan tarif baru terhadap impor China yang sedianya mulai berlaku pada Minggu, 15 Desember 2019, waktu Washington.

Menurut sumber-sumber terkait, kesepakatan yang disampaikan kepada Trump oleh penasihat perdagangannya pada Kamis (12/12) mencakup janji China untuk membeli lebih banyak barang-barang pertanian AS. Para pejabat juga membahas kemungkinan pengurangan tarif eksisting pada produk-produk China.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite menguat 0,8 persen pada perdagangan pagi ini. Dalam sebulan belakangan, pasar keuangan China kurang memiliki arah karena investor menunggu petunjuk tentang perkembangan pembicaraan dagang kedua negara.

Terlepas dari optimisme di pasar pagi ini, investor tetap berhati-hati setelah sempat mendengar beragam sinyal soal kesepakatan perdagangan AS-China.

“Saya tidak akan terkejut melihat meningkatnya minat untuk aset berisiko hari ini,” ujar Hao Hong, kepala strategi di Bocom International.

“Tidak ada yang benar-benar melebihi ekspektasi, jadi tidak ada banyak ruang untuk penguatan mendasar. Tapi kita memiliki sentimen positif dan ketidakpastian menyusut. [Namun] kesepakatan itu belum melampaui ekspektasi pasar,” tambahnya.

Selain soal kesepakatan AS-China, pemerintah Tiongkok mengatakan akan meningkatkan efektivitas kebijakan fiskal pada tahun 2020.

Pertemuan perencanaan ekonomi tahunan Partai Komunis menyatakan bahwa pemerintah akan mempertahankan pertumbuhan ekonomi tahun depan dalam "kisaran yang masuk akal". Laporan yang sama juga mengatakan pemerintah dan bank sentral China akan memastikan likuiditas yang cukup.

“Bisa kita katakan bahwa saat-saat tergelap, dalam hal kepercayaan pasar, telah berlalu. Jika kita dapat melihat bukti peningkatan ekonomi tahun depan, itu mungkin merupakan awal dari sesuatu,” ungkap Terry Shen, salah satu pendiri Leiton Capital di Shanghai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump perang dagang AS vs China
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top