Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investasi Pasar Modal: Saat Cuan Menyatukan Pencari Cinta

Mahar saham adalah bukti dari tumbuhnya kesadaran berinvestasi. Biasanya, mahar konvensional yang sering dipakai untuk menikah adalah emas batangan, perhiasan dan seperangkat alat salat.
Pengunjung beraktivitas di dekat tulisan Yuk Nabung Saham, di Jakarta, Kamis (3/1/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Pengunjung beraktivitas di dekat tulisan Yuk Nabung Saham, di Jakarta, Kamis (3/1/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

“Aku sudah terlebih dahulu jatuh cinta dengan saham. Kalau menikah, aku berharap punya suami yang memberikan saham sebagai mahar.”

Untaian kalimat tersebut seperti doa yang dirajut kepada Sang Pencipta oleh Rizki Annisa. Beruntung, langit berpihak ke perempuan yang bertempat tinggal di Padang Sidempuan, Sumatra Utara ini.

Rizki mengenal saham sejak 2017 melalui program Yuk Nabung Saham bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang Sidempuan. Investasi awalnya hanya Rp100.000.

Sebagai investor pemula, Rizki memilih sektor infrastruktur mengingat semakin maraknya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah di Sumatra Utara. Namun, ketika saham-saham infrastruktur mulai merosot, dia mulai panik dan khawatir kehilangan keuntungan.

Menghadapi kondisi tersebut, Rizki langsung menghubungi temannya yang sudah terlebih dahulu menabung saham, bisa disebut senior. Cemas dan takut rugi. Itulah perasaan Rizki. Beruntung, penjelasan dari seniornya bisa menenangkan kepanikan.

Ada beraneka macam karakter investor pasar modal antara lain, pertama, panik saat koleksi saham turun sehingga melakukan aksi jual rugi karena sentimen pasar. 

Kedua, menanti harga saham turun lalu menambah koleksi saham-saham lagi. Ketiga, ikut-ikutan kondisi pasar. Keempat, investor yang membeli karena fundamental emiten bagus.

Usai berdiskusi, Rizki mulai memanajemen kepanikan dan tak latah untuk melakukan aksi jual saat saham turun. Kini, dia belajar memahami kondisi fundamental emiten dan sigap melakukan aksi beli saat harga saham sedang turun.

Modal investasi saham Rizki naik bertahap dari bulan ke bulan, dari Rp100.000, bertambah Rp400.000,  bertambah Rp300.000 dan Rp500.000. Perlahan tapi pasti. Setiap dua bulan, Rizki menabung ke rekening sahamnya untuk menambah koleksi saham.

Saat melakukan kegiatan dengan komunitas pasar modal, Rizki berkenalan dengan Fadhli Lubis yang bekerja sebagai karyawan perbankan pada 2018. Pendekatan gencar dilakukan oleh Fadhli untuk menaklukkan hati Rizki.

Saham Sebagai Mahar Nikah

Fadli juga mempelajari hal-hal yang menjadi kesukaan Rizki. Setelah menjalin hubungan selama 1,5 tahun, Rizki membisik kepada Fadhli bahwa dia ingin dibelikan saham bila dipinang.

Kode tersebut direspon langsung sebagai sinyal positif. Fadhli meminta Rizki memilih saham yang hendak dibeli dan menjadikan saham tersebut sebagai mahar perkawinan. Mereka memilih saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) sebanyak 10 lot sebagai mahar.

Saat itu, saham MYOR bertengger di level Rp2.400. Pernikahan terjadi pada Juni 2019. Usai menikah, ternyata saham MYOR sempat turun ke level Rp 2.100 per saham. Rizki menuturkan meskipun saham tersebut turun, belum ada rencana untuk menjual dalam waktu dekat. Dia meyakini saham consumer goods masih menjadi primadona di tengah banyaknya jumlah penduduk Indonesia.

Investasi Pasar Modal: Saat Cuan Menyatukan Pencari Cinta

Muhammad Fadhli Lubis dan Rizki Annisa melangsungkan pernikahan di Padangsidempuan. Rizki meminta kepada Fadhli untuk diberikan mahar saham MYOR sebanyak 10 lot.  (dokumentasi pribadi)

Beda daerah, berbeda cerita. Idunk Ace Pradana adalah investor pasar modal sejak 2013 dengan modal Rp100.000. Sebelum membeli saham, Idunk sudah tergabung dalam kelompok belajar pasar modal.

Dia pun mulai terbiasa menganalisis kinerja keuangan saham. Dia pun semakin aktif melakukan transaksi. Kegiatannya sebagai investor di pasar modal membuka jalan bertemu jodoh.

Saat Idunk ditunjuk menjadi pemandu dalam acara trading saham di kampusnya, tepat saat itu ia bertemu dengan Annisa Diah Siswantari. Idunk langsung membantu Annisa untuk melakukan transaksi saham, sesuai dengan permintaan Annisa.

Tak ingin kehilangan kesempatan saat bertemu gadis jelita, Idunk pun bertukar nomor telepon dengan Annisa. Aksi trading saham pun menyatukan hati dua anak manusia.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada Oktober 2017, Idunk memutuskan untuk menikahi gadis pujaannya dengan memberikan mahar 50.000 lembar saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).

Investasi Pasar Modal: Saat Cuan Menyatukan Pencari Cinta

Sekretaris Perusahaan Sido Muncul Tiur Simamora (kiri) didampingi Senior Manager Public Relations Sido Muncul Nanik R. Sunarso (kanan) saat hadir pada pernikahan Idunk Ace Pradana dan Annisa Diah Siswantari di Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Yogyakarta, Minggu (15/10/2017). - IST

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi menuturkan literasi pasar modal gencar dilakukan bersama self regulatory organization (SRO) dan anggota bursa. Dampak positif yang telah terlihat adalah mahar saham mulai marak.

Mahar saham adalah bukti dari tumbuhnya kesadaran berinvestasi. Biasanya, mahar konvensional yang sering dipakai untuk menikah adalah emas batangan, perhiasan dan seperangkat alat salat.

“Kini saham mulai dijadikan sebagai mahar, sekaligus bukti bentuk kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal dan menunjukkan tanda ingin menjadi investor jangka panjang,” kata Hasan.

Pemilik SID Naik 52 Persen

Berdasarkan data KSEI, total investor pasar modal di Indonesia mencapai 2,4 juta single investor identification (SID) hingga November 2019, tercatat kenaikan 52,1% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Akun investasi di KSEI mencakup reksa dana, saham dan surat berharga negara. Adapun komposisi jumlah investor saham mencapai 45,24% atau setara 1,09 juta SID pada November 2019. Tercatat peningkatan SID saham sebesar 30,33% atau setara 253.831 SID year on year.

Penaikan juga terjadi pada SID reksa dana, dengan pertumbuhan hingga 70%. Meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada manajer investasi menjadi kunci penaikan instrumen reksa dana ini.

Katrin telah menjadi investor reksa dana sejak 2014. Dia memilih reksa dana saham dibandingkan dengan saham, karena terbatasnya pengetahuan dan waktu untuk menganalisis dan membeli saham.

Reksa dana adalah  wadah untuk menghimpun dana dari investor, dana yang terkumpul diinvestasikan oleh manajer investasi ke beberapa instrumen seperti saham, obligasi atau deposito.

“Reksa dana saham adalah kumpulan dari saham-saham yang telah dipilih oleh manajer investasi. Lebih sedikit risiko. Saya selalu menyisihkan uang senilai Rp500.000 ke reksa dana per bulan dan sudah diniatkan untuk investasi jangka panjang,” tuturnya.

Investor Pasar Modal Berdasarkan Jumlah Penghasilan
Jumlah PenghasilanPersentaseNilai Aset (RpTriliun)
Kurang dari Rp10 Juta12.92%99.61
Rp10 juta-Rp100 juta57.63%55.47
Rp100 juta--Rp500 Juta23.71%84.19
Lebih dari Rp500 Juta5.73%181.54

Sumber: KSEI

Pengembangan Infrastruktur

Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia(KSEI) Syafruddin menuturkan pembukaan rekening di pasar modal akan semakin meningkat bila disertai infrastruktur yang mendukung dan memudahkan.

“Untuk melengkapi program sosialisasi dan edukasi investor di pasar modal, perlu diperhatikan isu kemudahan pembukaan rekening,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (13/12/2019).

KSEI bersama SRO dan OJK mempersiapkan infrastruktur untuk meningkatkan kemudahan pembukaan rekening. Simplifikasi pembukaan rekening ini telah diatur oleh OJK dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan  (SEOJK) Nomor 6/SEOJK.04/2019 tentang Pedoman Pembukaan Rekening Efek Nasabah dan Rekening Dana Nasabah Secara Elektronik Melalui Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek yang diluncurkan pada Maret 2019.

Syafruddin menuturkan KSEI membantu perusahaan efek untuk memanfaatkan database kependudukan sehingga validasi dan akurasi data untuk pembukaan rekening efek bisa lebih baik. Tidak lagi mengandalkan isian formulir yang ditulis tangan.

Kebutuhan tanda tangan digital untuk formulir digital bakal diperkuat dengan menyediakan layanan-layanan IT bagi pelaku di pasar modal. Menyambut 2020, KSEI bakal meneruskan kajian untuk menjadikan sub rekening efek di KSEI sebagai alternatif RDN sebagai rekening untuk menyimpan dana nasabah.

Harapannya, tidak hanya proses pembukaan rekening efek saja yang menjadi lebih cepat dan mudah, tetapi meningkatan efisiensi bagi investor yang aktif melakukan transaksi karena dana tidak harus keluar masuk dari sistem KSEI. Hal ini tidak akan serta merta menghilangkan fungsi bank karena bagi investor yang tidak aktif bertransaksi akan tetap menyimpan dana di bank.

Investasi Pasar Modal: Saat Cuan Menyatukan Pencari Cinta

Selain itu, KSEI juga telah mengimplementasikan tipe sub rekening efek syariah dan pada 2020 bakal akan disosialisasikan lebih aktif kepada perusahan-perusahaan efek yang telah memiliki sistem online trading syariah, agar lebih optimal mengajak masyarakat berinvestasi di pasar modal.

Pada 2020, KSEI juga akan mengalokasikan pengembangan Infrastruktur Central Depository System (CSD), yang terdiri dari pengembangan C-BEST Next Generation tahap lanjutan, Infrastruktur Tapera, Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) dan Dematerialisasi untuk Efek bersifat ekuitas.

Rencana tersebut bakal diimplementasikan pada 2020 meliputi implementasi platform e-Proxy, penambahan kemudahaan untuk simplifikasi pembukaan rekening dan tabungan perumahan rakyat (Tapera).

E-proxy platform dan e-voting platform  adalah aplikasi yang dapat mengakomodir kebutuhan dan memberikan kemudahan kepada investor untuk berpartisipasi dalam rapat umum  pemegang saham (RUPS) tanpa perlu hadir secara fisik, yang penerapannya disesuaikan dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Platform ini menjadi penting, karena kondisi  geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan domisili investor yang tersebar di berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kelak melalui e-Proxy, pasangan Rizki dan Fadhli yang berada di Sumatra Utara serta pasangan Idunk dan Annisa di Yogyakarta bisa tetap berpartisipasi dalam RUPS, dengan memberikan kuasa kehadiran melalui sarana elektronik kepada pihak ketiga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper