Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TLKM Targetkan Pendapatan Tumbuh 5 Persen Tahun Ini

Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah mengatakan kondisi di tahun ini membaik dibandingkan tahun lalu karena dampak penerapan kebijakan registrasi kartu SIM prabayar tak lagi terasa. Dia pun memproyeksikan perseroan bisa meraup pertumbuhan pendapatan pada tahun ini di kisaran 5 persen.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 29 November 2019  |  07:38 WIB
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah (kiri) memberi penjelasan di sela-sela RUPST, di Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah (kiri) memberi penjelasan di sela-sela RUPST, di Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh di kisaran 5 persen.

Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah mengatakan kondisi di tahun ini membaik dibandingkan tahun lalu karena dampak penerapan kebijakan registrasi kartu SIM prabayar tak lagi terasa. Dia pun memproyeksikan perseroan bisa meraup pertumbuhan pendapatan pada tahun ini di kisaran 5 persen.

Sebagai gambaran, pada 2018, perseroan meraup pendapatan sebesar Rp130,78 triliun atau tumbuh sebesar 1,97 persen. Dengan demikian, bila pertumbuhan bisa mencapai 5 persen, pendapatan perusahaan menyentuh Rp137,14 triliun.

Revenue [tahun ini] masih tumbuh, sekitar mid-single digit,” ujarnya usai menghadiri Kompas CEO Forum, Kamis (28/11/2019).

Lebih lanjut, untuk mengejar Rp34,51 triliun pada kuartal IV/2019, pihaknya bakal menggenjot penjualan segmen ritel, konsumer dan enterprise. Namun, dia tak memperinci strategi yang akan dilakukan.

“Ada beberapa program baik dari sisi ritel, konsumer dan enterprise,” katanya.

Dia juga membantah bahwa salah satu cara untuk mengerek pendapatan di tahun ini dihasilkan melalui kenaikan harga data seluler. Adapun, dalam riset terbarunya, J.P. Morgan menyebut TLKM telah menaikkan tarif data mulai November. Analis J.P. Morgan, Ranjan Sharma menyebut dalam hasil risetnya bahwa kenaikan tarif data yang dilakukan TLKM menyusul keputusan yang ditempuh PT Indosat Tbk. (ISAT).

Untuk paket bulanan, rentang kenaikan tarif data mulai dari 3 persen hingga 8 persen di wilayah Jakarta. Adapun, ISAT tercatat menaikkan tarif cukup signifikan pada paket Yellow yakni dari rentang 11 persen hingga 40 persen.

“Enggak [naik tarif datanya],” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top