Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 27 November: IHSG Masih Tertekan, Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS di tengah penguatan indeks dolar AS yang turut membebani harga emas Comex.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 November 2019  |  20:55 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan masih tertekan di zona merah meskipun bursa saham global pada umumnya menguat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS di tengah penguatan indeks dolar AS yang turut membebani harga emas Comex.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Rabu (27/11/2019):

IHSG Lesu Lagi, Saham BRPT dan CPIN Redam Penurunan Indeks

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,05 persen atau 3,15 poin di level 6.023,04, pelemahan hari perdagangan kelima berturut-turut.

Meski kembali berakhir di zona merah, IHSG mampu mengikis sebagian besar pelemahannya yang sempat mendekati dasar level psikologis 6.000. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.002,99 – 6.052,49.

Lima dari sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin pertanian (-2,18 persen) dan properti (-1,56 persen). Empat sektor lainnya mampu membukukan kenaikan, dipimpin industri dasar (+1,41 persen).

Rupiah Ditutup Melemah

Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir melemah 7 poin atau 0,05 persen di level Rp14.095 per dolar AS, setelah ditutup terdepresiasi tipis 2 poin di posisi 14.088 pada perdagangan Selasa (26/11/2019).

Seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah pada Rabu (27/11), indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau naik 0,09 persen ke posisi 98,343 pada pukul 15.54 WIB.

Menurut Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, rupiah mendapatkan tekanan dari komentar Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan dan tidak melakukan pemangkasan lagi.

“The Fed sangat berkomitmen untuk menargetkan tingkat inflasi AS sebesar 2 persen, Powell mengatakan dalam pidato Selasa dini hari (26/11),” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya.

Progres Negosiasi Dagang Topang Bursa Global, tapi Data Ekonomi China Membayangi

Pasar saham global rata-rata menguat saat investor menantikan progres pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Presiden AS Donald Trump mengatakan optimistis kesepakatan perdagangan akan tercapai dan Presiden Xi dapat mewujudkannya karena memang dia ingin mewujudkannya.

 “Kita sampai pada titik di mana mereka perlu menunjukkan bukti. Pembicaraan merupakan satu hal tetapi kesepakatan aktual di atas kertas adalah apa yang akan secara dramatis mengubah narasi pasar,” terang Michael Reynolds, pejabat strategi investasi di Glenmede Trust Co.

Harga Karet Naik Kena Sentimen Serangan Wabah di Tiga Negara

Harga acuan karet alam dunia masih menguat pada Rabu (27/11/2019) menuju level 200 yen per kilogram.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet alam kontrak pengiriman Mei 2020 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) naik tipis 0,27 persen atau 0,50 poin ke level 189,00 yen per kilogram, pukul 16:10 WIB.

Kenaikan ini masih dipicu oleh sentimen wabah penyakit tanaman karet di negara-negara produsen, Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Penyakit tersebut diperkirakan dapat memangkas produksi karet di negara-negara tersebut.

Harga Kopi Global Turun, Ini Pemicunya

Harga kopi arabika global melemah pada Rabu (27/11/2019), dipicu oleh pelemahan mata uang real Brasil yang mendorong para produsen kopi untuk melakukan penjualan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga kopi arabika kontrak pengiriman Maret 2020 di Intercontinental Exchange (ICE) New York ditutup turun 2,05 sen atau 1,72 persen menjadi US$1,1685 per pon, Selasa (26/11).

Untuk diketahui, mengutip Reuters, dominasi Brasil atas pasokan kopi telah meluas ke pasar mata uang. Kinerja real Brasil yang menjadi lebih kuat berkorelasi dengan harga, dengan demikian Real yang lemah mendorong produsen di sana untuk menjual lebih banyak kopi, yang dihargai dalam dolar.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2020 terpantau turun tipis 1,40 poin atau 0,10 persen ke level US$1.466 per troy ounce pukul 15.54 WIB. Pada saat yang sama, indeks dolar AS naik 0,091 poin atau 0,09 persen ke posisi 98,343.

Dilansir dari Reuters, harga emas turun karena optimisme tercapainya kesepakatan perdagangan antara pemerintah Amerika Serikat dan China mendukung aset berisiko dan dolar AS.

"Penurunan hari ini relatif kecil dan dapat dilihat sebagai konsolidasi pascapemulihan kemarin," ujar Carlo Alberto De Casa, kepala analis di ActivTrades. “Kenaikan harga saham dan pemulihan dolar relatif bearish untuk emas.”

Sebaliknya, di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp2.000 menjadi Rp745.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas bertambah Rp3.000 menjadi Rp661.000 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top