Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Lesu Lagi, Saham BRPT dan CPIN Redam Penurunan Indeks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lesu dan ditutup melemah tipis 0,05 persen pada  Rabu (27/11/2019). Saham BRPT dan CPIN menjadi penyelamat, sehingga IHSG laju koreksi IHSG teredam.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 November 2019  |  16:54 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lesu dan ditutup melemah tipis 0,05 persen pada  Rabu (27/11/2019). Saham BRPT dan CPIN menjadi penyelamat, sehingga IHSG laju koreksi IHSG teredam.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,05 persen atau 3,15 poin di level 6.023,04 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (26/11), pergerakan IHSG berakhir di level 6.026,19 dengan pelemahan 0,73 persen atau 44,57 poin, koreksi hari keempat berturut-turut sejak perdagangan Kamis (21/11).

Meski kembali berakhir di zona merah, IHSG mampu mengikis sebagian besar pelemahannya yang sempat mendekati dasar level psikologis 6.000. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.002,99 – 6.052,49.

Lima dari sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin pertanian (-2,18 persen) dan properti (-1,56 persen). Empat sektor lainnya mampu membukukan kenaikan, dipimpin industri dasar (+1,41 persen).

Dari 664 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 124 saham menguat, 281 saham melemah, dan 259 saham stagnan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) yang masing-masing turun 1,20 persen dan 25 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG pada akhir perdagangan.

Adapun kenaikan saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) sebesar 6,45 persen dan 4,62 persen masing-masing mampu menopang sekaligus membatasi besarnya koreksi yang dialami IHSG.

Berbanding terbalik dengan IHSG, indeks saham lainnya di Asia mayoritas mampu berakhir di zona hijau saat investor menantikan progres pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing mampu menguat 0,31 persen dan 0,28 persen, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,15 persen, dan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,31 persen.

Meski demikian, di China, dua indeks saham utamanya, Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing berakhir 0,13 persen dan 0,41 persen.

Pada Selasa (26/11), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat berada pada "tahap akhir" untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Dia mengatakan dirinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi Jinping dan kini berada di tahap akhir sebuah kesepakatan yang sangat penting.

Namun, tambah Trump, AS juga tetap memantau perkembangan unjuk rasa di Hong Kong dan ingin melihat perkembangan demokrasi di wilayah itu. Aksi protes di Hong Kong, wilayah yang dikendalikan China, telah menjadi sorotan Kongres AS dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya kira Anda semua bisa mengatakan salah satu kesepakatan paling penting dalam perdagangan. Hal itu berjalan dengan sangat baik tetapi pada saat yang sama kami ingin melihatnya berjalan baik di Hong Kong,” ujarnya, dikutip dari Channel News Asia.

Trump mengatakan optimistis kesepakatan perdagangan akan tercapai dan Presiden Xi dapat mewujudkannya karena memang dia ingin mewujudkannya.

Optimisme bahwa kesepakatan perdagangan interim “fase satu” antara AS dan China akan tercapai telah mendorong bursa saham global mendekati level tertingginya sepanjang masa. Namun, negosiasi perdagangan diperumit oleh dukungan kuat AS untuk demonstran pro-demokrasi di Hong Kong.

“Kita sampai pada titik di mana mereka perlu menunjukkan bukti. Pembicaraan merupakan satu hal tetapi kesepakatan aktual di atas kertas adalah apa yang akan secara dramatis mengubah narasi pasar,” terang Michael Reynolds, pejabat strategi investasi di Glenmede Trust Co.

Membebani sentimen pasar, beberapa indikator awal kinerja ekonomi China menunjukkan perlambatan lanjutan pada November.

Data awal yang dihimpun oleh Bloomberg Economics dari pasar keuangan dan perusahaan-perusahaan menunjukkan berlanjutnya gambaran yang memburuk untuk kinerja perdagangan, sentimen manajer penjualan, dan harga pabrik (factory price).

Sementara itu, laba perusahaan-perusahaan industri di China mencatat penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut seiring dengan berlanjutnya penurunan harga produsen dan perlambatan permintaan domestik.

Data Biro Statistik Nasional (NBS) China yang dirilis Rabu (27/11) menunjukkan laba industri turun 9,9 persen pada Oktober 2019. Penurunan tersebut adalah yang terbesar sejak setidaknya tahun 2011. Adapun pada September 2019, laba industri mencatat penurunan 5,3 persen.

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 7 poin atau 0,05 persen di level Rp14.095 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 2 poin atau 0,01 persen di posisi 14.088 pada Selasa (26/11).

Menurut Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, rupiah mendapatkan tekanan dari komentar Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan dan tidak melakukan pemangkasan lagi.

“The Fed sangat berkomitmen untuk menargetkan tingkat inflasi AS sebesar 2 persen, Powell mengatakan dalam pidato Selasa dini hari (26/11),” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya.

Saham-saham penekan IHSG:
 KodePenurunan (persen)
UNVR-1,20
SQMI-25,00
HMSP-0,78
AALI-6,73

Saham-saham pendorong IHSG:

KodeKenaikan (persen)
BRPT       +6,45
CPIN+4,62
SMMA+4,17
ASII+1,18

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top