Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Progres Negosiasi Dagang Topang Bursa Global, tapi Data Ekonomi China Membayangi

Pasar saham global rata-rata menguat pada perdagangan siang ini, Rabu (27/11/2019), saat investor menantikan progres pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 November 2019  |  16:11 WIB
Bursa Asia MSCI - Reuters
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham global rata-rata menguat pada perdagangan siang ini, Rabu (27/11/2019), saat investor menantikan progres pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,3 persen pada pukul 4.22 sore waktu Tokyo (pukul 14.22 siang WIB), dengan indeks Hang Seng Hong Kong (+0,1 persen), indeks Topix Jepang (+0,3 persen), dan indeks Kospi Korea Selatan (+0,3 persen).

Pada saat yang sama, indeks S&P/ASX200 Australia menanjak 0,9 persen, indeks futures Euro Stoxx 50 naik 0,2 persen, dan futures S&P 500 AS menguat 0,2 persen setelah indeks saham acuannya memperbarui rekor level penutupan tertinggi baru pada perdagangan Selasa (26/11).

Dilansir dari Bloomberg, indeks saham acuan di Jepang, Australia dan Korea Selatan menunjukkan kenaikan moderat, sementara indeks saham di Hong Kong dan Shanghai berfluktuasi.

Pada Selasa (26/11), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat berada pada "tahap akhir" untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Dia mengatakan dirinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi Jinping dan kini berada di tahap akhir sebuah kesepakatan yang sangat penting.

Namun, tambah Trump, AS juga tetap memantau perkembangan unjuk rasa di Hong Kong dan ingin melihat perkembangan demokrasi di wilayah itu. Aksi protes di Hong Kong, wilayah yang dikendalikan China, telah menjadi sorotan Kongres AS dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya kira Anda bisa mengatakan salah satu kesepakatan paling penting dalam perdagangan. Hal itu berjalan dengan sangat baik tetapi pada saat yang sama kami ingin melihatnya berjalan baik di Hong Kong,” ujarnya, dikutip dari Channel News Asia.

Trump mengatakan optimistis kesepakatan perdagangan akan tercapai dan Presiden Xi dapat mewujudkannya karena memang dia ingin mewujudkannya.

Optimisme bahwa kesepakatan perdagangan interim “fase satu” antara AS dan China akan tercapai telah mendorong bursa saham global mendekati level tertingginya sepanjang masa. Namun, negosiasi perdagangan diperumit oleh dukungan kuat AS untuk demonstran pro-demokrasi di Hong Kong.

“Kita sampai pada titik di mana mereka perlu menunjukkan bukti. Pembicaraan merupakan satu hal tetapi kesepakatan aktual di atas kertas adalah apa yang akan secara dramatis mengubah narasi pasar,” terang Michael Reynolds, pejabat strategi investasi di Glenmede Trust Co.

Membebani sentimen pasar, beberapa indikator awal kinerja ekonomi China menunjukkan perlambatan lanjutan pada November.

Data awal yang dihimpun oleh Bloomberg Economics dari pasar keuangan dan perusahaan-perusahaan menunjukkan berlanjutnya gambaran yang memburuk untuk kinerja perdagangan, sentimen manajer penjualan, dan harga pabrik (factory price).

Sementara itu, laba perusahaan-perusahaan industri di China mencatat penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut seiring dengan berlanjutnya penurunan harga produsen dan perlambatan permintaan domestik.

Data Biro Statistik Nasional (NBS) China yang dirilis Rabu (27/11) menunjukkan laba industri turun 9,9 persen pada Oktober 2019. Penurunan tersebut adalah yang terbesar sejak setidaknya tahun 2011. Adapun pada September 2019, laba industri mencatat penurunan 5,3 persen.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia ekonomi china perang dagang AS vs China
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top