Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pada 2020, Terregra Asia Energy (TGRA) Anggarkan Capex Rp660 Miliar

Dalam pipeline perseroan saat ini masih terdapat sejumlah proyek pembangkit listrik di dalam negeri dan di Australia.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 22 November 2019  |  17:42 WIB
Dirut PT Terregra Asia Energy Tbk Djani Sutedja (kedua kiri), bertukar naskah dengan Chief Representative ENKA Turki Konstruksi & Energi Mehmet Sinan Cin (kedua kanan), disaksikan Wakil Dirut TGRA Lasman Citra (kiri), Komisaris Utama Ngurah Adnyana (tengah), dan Partner Indonesia Legal Consultant Leonardy Siregar seusai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Rabu (26/7). - JIBI/Dedi Gunawan
Dirut PT Terregra Asia Energy Tbk Djani Sutedja (kedua kiri), bertukar naskah dengan Chief Representative ENKA Turki Konstruksi & Energi Mehmet Sinan Cin (kedua kanan), disaksikan Wakil Dirut TGRA Lasman Citra (kiri), Komisaris Utama Ngurah Adnyana (tengah), dan Partner Indonesia Legal Consultant Leonardy Siregar seusai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Rabu (26/7). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Terregra Asia Energy Tbk. menganggarkan dana belanja modal senilai Rp660 miliar yang akan digunakan untuk seluruh proyek pembangkit listrik yang dijalankan perseroan.

Kho Sawilek, Direktur KeuanganTerregra Asia Energy, mengatakan bahwa dalam pipeline perseroan saat ini masih terdapat sejumlah proyek pembangkit listrik di dalam negeri dan di Australia.

Dia menjelaskan bahwa untuk di dalam negeri, perseroan sedang mengerjakan 7 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro yakni PLTM Batang Toru 3, PLTM Sisira, PLTM Batang Toru 4, PLTM BT3 SMS, PLTM Raisan Naga Timbul, PLTM Raisan Huta Dolok, PLTM Simbelin 2.

Sementara itu, perseroan juga mengerjakan 2 proyek untuk Pembangkit Listrik Large Hydro yakni PLTA Teunom 3, dan PLTA Teunom 2.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa untuk di Australia, perseroan memiliki proyek solar Mobilong dengan kapasitas 5 mega watt yang telah dimulai konstruksi pada awal 2019 dan sudah beroperasi penuh pada 12 Juli 2019.

Perseroan juga memiliki 4 proyek di Australia Selatan dengan kapasitas masing-masing 5 MW yang ditargetkan akan beroperasi pada 2020.

“Target capex tahun depan Rp660 miliar dengan alokasi 45% solar di Australia dan 55% hidro di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Sekretaris Perusahaan Terregra Asia Energy Christin Suwito menjelaskan bahwa untuk sumber pendanaan, perseroan akan mengandalkan kas internal, pasar modal, dan juga pinjaman bank.

Dari pasar modal, perseroan berencana untuk melakukan rights issue pada kuartal II/2019. Saat ini perseroan tengah melakukan penjajakan dengan investor strategis yang bakal menyerap aksi tersebut.

“Kami ada rencana melakukan rights issue, cuma akan ada penundaan hingga kuartal II/2019,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PT Terregra Asia Energy Tbk.
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top