Mampukah IHSG Menguat di Pekan Ketiga?

Kendati demikian, selama tahun berjalan IHSG masih menunjukkan koreksi tipis 1,07%. Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji mengatakan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 17 November 2019  |  22:39 WIB
Mampukah IHSG Menguat di Pekan Ketiga?
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat tipis pada pekan kedua 0,48% ke level 6128.35 pada pekan lalu.

Kendati demikian, selama tahun berjalan IHSG masih menunjukkan koreksi tipis 1,07%. Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji mengatakan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Adapun support pertama maupun kedua memiliki range pada 6086,00 hingga 6063,99. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6177.66 hingga 6217.55.

"Berdasarkan indikator, MACD sudah menunjukkan sinyal dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral," tulisnya dalam riset Minggu (17/11/3029).

Meskipun demikian, terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG. Nafan merekomendasikan beberapa saham yang dapat dikoleksi.

Salah satunya adalah ADHI yang ditutup menguat di level Rp1.210 per saham pada pada Jumat (15/11). Adapun target harga pada level Rp1.270 per saham berhasil tercapai. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Kemudian, CTRA yang ditutup menguat di level Rp1.065 per saham pekan lalu. "Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli," katanya.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher mengatakan IHSG masih akan melemah di pekan ketiga November.

"IHSG diprediksi melemah, secara teknikal pergerakan masih berada dalam trend bearish meskipun rentang pelemahan mulai terbatas," ungkapnya.

Dennies menambahkan minimnya sentimen terutama dari dalam negeri dan tingginya ketidakpastian dari global masih akan membayangi pergerakan IHSG. Adapun support pertama di level 6,059 dan support kedua ada di level 6,020.

Sementara level resistance pertama di kisaran 6,142 dan resistance kedua di level 6,186. "Pergerakan masih dibayang-bayangi oleh ketidakpastian dari sentimen global," ungkapnya.

Menurutnya penguatan pekan lalu ditopang oleh sektor mining 1,81% dan sektor industri dasar 1,66%. Selain itu, data neraca perdagangan yang dirilis diatas ekspektasi.

Dennies merekomendasikan beberapa saham diantaranya adalah HMSP, PTPP, dan ASII.

Sementara itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6090 sampai 5988 dan resistance di level 6183 sampai 6200.

"Ada harapan bahwa AS akan menunda keputusan penerapan tarif tambahan terhadap impor kendaraan dari Uni Eropa hingga enam bulan. Perang dagang bisa melebar ke Uni Eropa dan Jepang setelah AS hampir menemukan kesepakatan dengan China," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top