MKNT Kembangkan Jalur Distribusi di Sulawesi Utara

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk mengembangkan jalur distribusi baru di Sulawesi Utara untuk memperkuat jaringan distribusi. 
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 10 November 2019  |  06:31 WIB
MKNT Kembangkan Jalur Distribusi di Sulawesi Utara
Direktur Utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) Jefri Junaedi (kedua kiri), Wakil Direktur Roby Tan (kiri), Direktur Operasional Doane Cahyadi (kedua kanan) dan Direktur Marketing and Sales Artiko Samudro memberikan penjelasan saat paparan publik, di Jakarta, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk mengembangkan jalur distribusi baru di Sulawesi Utara untuk memperkuat jaringan distribusi. 

Emiten berkode MKNT menambah jaringan distribusinya di Kepulauan Minahasa dan Talaud. Wilayah operasionalnya mencakup 318 kelurahan di Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Talaud, Sitaro, Tondano, Sangihe, dan Tomohon dengan jumlah mencapai 5.070 warung. 

Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat (8/11/2019) mengatakan bahwa emiten akan menempatkan jalur distribusi sebanyak 20 titik. 

Sementara itu, pusat koordinasi akan ditempatkan di beberapa pusat distribusi, meliputi Kepulauan Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Tomohon, dan Sangihe. 

"Kami mengembangkan jalur distribusi di Sulawesi Utara baru-baru ini supaya market share menjadi lebih besar. Kami memilih wilayah Kepulauan Minahasa berikut Talaud karena potensi pasar di sini bagus," ujar Jefri.

Menurutnya, perhitungan kapasitas penjualan pada jalur distribusi tersebut dinilai mampu mendongkrak kinerja keuangan Perseroan. Dengan demikian, Perseroan tidak menanggung rugi untuk mengembangkan jaringan distribusi di wilayah tersebut. 

"Apalagi, Sulawesi Utara menjadi wilayah yang banyak penduduknya yaitu di Kepulauan Minahasa–Talaud, yakni sekitar 904.415 jiwa untuk Minahasa dan 100.752 jiwa untuk Talaud," ujarnya. 

Dengan adanya penambahan area pemasaran tersebut, Perseroan berharap bisa mendapat tambahan omzet penjualan dsebesar Rp150 miliar. Sementara di atas kertas, Perseroan optimistis mampu melampaui target keseluruhan yaitu di kisaran Rp 4,2 Triliun pada akhir tahun 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mknt

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top