Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BBCA dan BMRI Bersaing Cetak Laba, Bagaimana Laju Sahamnya?

Sepanjang tahun berjalan 2019, saham BBCA menguat dobel digit dan menjadi top leaders IHSG.
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Dua bank raksasa di Tanah Air, yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah menyampaikan laporan kinerja per September 2019. Bagaimana laju sahamnya dua bank yang masing-masing mendulang laba sekitar Rp20 triliun itu?

Berdasarkan data Bloomberg, saham BBCA dibuka turun tipis pada perdagangan Selasa (29/10/2019). Sementara itu, saham BMRI tampak menghijau.

BBCA turun 75 poin atau 0,24% ke level Rp30.950 per saham hingga pukul 09.20 WIB. Pada saat yang sama, BMRI terpantau naik 100 poin atau 1,43% ke level Rp7.100 per saham.

Kendati demikian, sepanjang tahun berjalan 2019, kinerja saham BBCA unggul jauh dari BMRI. BBCA menguat 19,3% secara year-to-date hingga akhir perdagangan kemarin.

Alhasil, BBCA menjadi top leaders pergerakan IHSG sepanjang tahun berjalan dengan kontribusi positif 107,5 poin. Bersamaan dengan kenaikan harga itu, nilai kapitalisasi pasar BBCA pun kian gemuk.

Per 28 Oktober 2019, emiten bank Grup Djarum itu menggenggam kapitalisasi pasar Rp757 triliun. BBCA pun menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di antara emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Di sisi lain, saham BMRI terkoreksi 5,1% secara ytd. BMRI menjadi salah satu top laggard IHSG secara ytd dengan kontribusi negatif 14,9 poin.

Penurunan harga saham bank pelat merah itu pun berimbas terhadap kapitalisasi pasar yang menyusut menjadi Rp323 triliun.

Seperti diberitakan Bisnis, per kuartal III/2019, Bank Mandiri mencetak laba Rp20,3 triliun atau naik 11,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun, BCA unggul tipis menjadi Rp20,9 triliun per September 2019 ini atau naik 13% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper