Minat Aset Berisiko Naik, Rupiah Ditutup Terapresiasi

Fokus pasar saat ini akan bergeser ke pertemuan The Fed yang akan berlangsung pada 29-30 Oktober 2019. T
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  18:07 WIB
Minat Aset Berisiko Naik, Rupiah Ditutup Terapresiasi
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah ditutup terapresiasi pada perdagangan Senin (28/10/2019) seiring dengan AS dan China hampir menyelesaikan isi kesepakatan perdagangan parsialnya sehingga meningkatkan minat investasi aset berisiko.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.028 per dolar AS, menguat 0,071% atau 10 poin. Adapun, rupiah membuka perdagangan pekan ini di level Rp14.025 per dolar AS dan pada pertengahan perdagangan hari ini rupiah sempat menyentuh Rp14.018 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa penguatan rupiah terbantu dengan meredanya ketegangan perdagangan AS dan China sehingga membuat dolar AS cenderung bergerak melemah.

Tercatat, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak turun 0,05% menjadi 97,787.

“Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan hampir menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian perdagangan spasialnya dengan China,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (28/10/2019).

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan perdagangan dengan China berjalan sangat baik dan pembicaraan perdagangan akan terus berlanjut di tingkat wakil.

Selain itu, fokus pasar saat ini akan bergeser ke pertemuan The Fed yang akan berlangsung pada 29-30 Oktober 2019. The Fed diperkirakan kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

Di sisi lain, Presiden RI Joko Widodo yang ingin mendorong modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri melalui reformasi birokrasi direspon positif oleh pasar karena dapat mendorong rupiah untuk menguat.

Adapun, rupiah berhasil mencapai level Rp13.992 pada perdagangan Kamis (24/10), menjadi level tertinggi sejak 16 September 2019. Penguatan tersebut seiring dengan dana arus masuk asing yang membeli obligasi Indonesia senilai US$557,4 juta dan menjadi aliran dana masuk harian terbesar sejak 5 Juli 2019.

Ibrahim memprediksi rupiah dapat melanjutkan penguatannya pada perdagangan Selasa (29/10/2019) di kisaran Rp13.998 per dolar AS hingga Rp14.040 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Rupiah

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top