Ini 10 Saham Paling Buntung pada Perdagangan 18 Oktober

Saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk. membukukan penurunan harga terdalam pada perdagangan Jumat (18/10/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  18:59 WIB
Ini 10 Saham Paling Buntung pada Perdagangan 18 Oktober
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk. membukukan penurunan harga terdalam pada perdagangan Jumat (18/10/2019).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham bersandi YPAS tersebut memimpin daftar saham terlemah (top losers) dengan ditutup merosot 18,42 persen di level Rp412 per lembar saham.

Mengekori pelemahan YPAS adalah saham PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) yang melorot 13,82 persen dan berakhir di level Rp212 per lembar. (lihat tabel)

Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menggenapkan relinya sepanjang pekan ini pada perdagangan Jumat (18/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di level 6.191,95 dengan penguatan 0,18 persen atau 11,42 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (17/10), IHSG berakhir di level 6.181,01 dengan menguat 0,19 persen atau 11,42 poin, reli penguatan hari kelima berturut-turut sejak perdagangan Jumat (11/10/2019).

Indeks mulai berjuang memperpanjang relinya untuk hari keenam saat dibuka naik 0,07 persen atau 4,2 poin di level 6.185,21 pada Jumat pagi (18/1). Meski sempat tergelincir ke zona merah, IHSG berhasil menguat dan menyentuh level penutupan tertinggi baru sejak 27 September.

Sepanjang pekan ini, IHSG tercatat menanjak 1,4 persen, kenaikan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 31 Mei. Adapun sepanjang perdagangan Jumat (18/10), IHSG bergerak fluktuatif di level 6.178,50 – 6.201,17.

Enam dari sembilan sektor berakhir di zona hijau, dipimpin aneka industri (+1,23 persen) dan finansial (+1,11 persen). Tiga sektor lainnya ditutup di zona merah, dipimpin barang konsumen yang melemah 2,81 persen.

Dari 658 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 202 saham menguat, 197 saham melemah, dan 259 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing naik 2,96 persen dan 6,90 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG di akhir perdagangan.

Berikut adalah perincian 10 saham dengan penurunan harga terbesar atau Top Losers hari ini:

Saham

Harga Sebelumnya (Rp)

Harga Penutupan Hari Ini (Rp)

Perubahan (persen)

YPAS

505

412

-18,42

(93 poin)

OPMS

246

212

-13,82

(34 poin)

IBFN

238

208

-12,61

(30 poin)

APEX

555

500

-9,91

(55 poin)

PDES

1.105

1.000

-9,50

(105 poin)

BOSS

680

620

-8,82

(60 poin)

MINA

1.730

1.590

-8,09

(140 poin)

MREI

4.130

3.820

-7,51

(310 poin)

AMAG

310

288

-7,10

(22 poin)

SHID

3.400

3.200

-5,88

(200 poin)

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, top losers

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top