Kurs Jisdor Menguat, Optimisme Perang Dagang Topang Rupiah

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.139 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (11/10/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  10:41 WIB
Kurs Jisdor Menguat, Optimisme Perang Dagang Topang Rupiah
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.139 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (11/10/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.139 per dolar AS, menguat 18 poin atau 0,12 persen dari posisi Rp14.157 pada Kamis (10/10).

Adapun berdasarkan data Bloomberg nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.140 per dolar AS pada pukul 09.58 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (10/10) rupiah berakhir di level 14.150 per dolar AS dengan apresiasi 0,16 persen atau 23 poin.

Mata uang Garuda mulai melanjutkan penguatannya pada Jumat (11/10) pagi ini, dengan dibuka menguat 20 poin atau 0,14 persen dari penutupan sehari sebelumnya dan bertengger di level 14.130.

Seiring dengan penguatan rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau lanjut melemah 0,048 poin atau 0,05 persen ke level 98,653 pada pukul 09.51 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka stagnan di level 98,701 setelah ditutup melemah 0,42 persen atau 0,417 poin pada perdagangan Kamis (10/10).

Dilansir dari Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat untuk hari kedua di tengah penguatan mayoritas mata uang emerging market di Asia terhadap dolar AS akibat dorongan optimisme bahwa gencatan senjata perdagangan antara pemerintah Amerika Serikat dan China dapat tercapai.

Pelemahan indeks dolar AS dipengaruhi oleh berkurangnya minat investor untuk greenback, yang memiliki sifat safe haven, karena bangkitnya optimisme seputar prospek hubungan AS dan China.

“Secara keseluruhan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah bertahan dalam kisaran ketat dan relatif kurang responsif terhadap pemberitaan mengenai AS-China dibandingkan dengan mata uang lain di Asia,” ujar Terence Wu, pakar strategi valas di Oversea-Chinese Banking Corp., Singapura.

“Namun demikian, jika ada hasil positif dari perundingan perdagangan, kami masih memperkirakan IDR akan memperoleh keuntungan, bahkan jika secara tangensial,” tambahnya.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

11 Oktober

14.139

10 Oktober

14.157

9 Oktober

14.182

8 Oktober

14.170

7 Oktober

14.156

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top