Investor Asing Terus-terusan Lepas Saham, Ini Kata Analis

Aksi jual bersih oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari ini, Senin (30/9/2019), seiring dengan pelemahan IHSG.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 September 2019  |  17:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi jual bersih oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari ini, Senin (30/9/2019), seiring dengan pelemahan IHSG.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai sekitar Rp68,91 miliar, setelah pada Jumat (27/9) mencatat net sell sekitar Rp338,59 miliar (lihat tabel).

Investor asing mencatat aksi beli sebesar 695,81 juta lembar saham senilai Rp2,03 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 763,08 juta lembar saham senilai Rp2,1 triliun.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp8,65 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 20,36 miliar lembar saham.

Dilansir dari Bloomberg, investor asing terus mengurangi kepemilikan mereka atas saham nasional di tengah meningkatnya demonstrasi politik di dalam negeri untuk menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) kontroversial.

Perkembangan ini menambah kekhawatiran pasar yang sudah terbebani perlambatan ekonomi. Pada kuartal II/2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,05 persen secara tahunan. Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan dengan 7 kuartal sebelumnya.

Isu-isu tersebut mengindikasi berlikunya jalan untuk Presiden Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi, sebelum memulai masa jabatan keduanya bulan depan. Jokowi diperkirakan akan mengumumkan kabinet barunya setelah pelantikan pada 20 Oktober.

"Perlambatan ekonomi telah disebabkan oleh sikap wait and see di kalangan investor menjelang pembentukan kabinet," ujar Harry Su, kepala pasar modal ekuitas di Samuel International.

"Berlanjutnya demonstrasi dan permasalahan di lapangan menambah kekhawatiran dan berkontribusi pada arus keluar asing bersih terbesar sejak Juni 2018,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menyarankan klien untuk mempertahankan kepemilikan saham-saham defensif dan menunggu Jokowi untuk mengumumkan kabinet barunya.

Sementara itu, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di level 6.169,1 dengan melemah 0,45 persen atau 27,79 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (27/9), IHSG berakhir di level 6.196,89 dengan penurunan 0,54 persen atau 33,44 poin.

Indeks mulai melanjutkan pelemahannya ketika dibuka turun 0,11 persen atau 6,52 poin di level 6.190,37 pada Senin pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.152,50 – 6.195,73.

Tujuh dari sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin tambang (-1,15 persen) dan finansial (-0,88 persen). Adapun sektor pertanian dan perdagangan masing-masing mampu ditutup naik 1,61 persen dan 0,52 persen.

Dari 655 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 165 saham menguat, 258 saham melemah, dan 232 saham stagnan.

Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing turun 19,45 persen dan 1,44 persen menjadi penekan utama berlanjutnya pelemahan IHSG.

Ringkasan perdagangan saham oleh investor asing

Tanggal

Total

Keterangan

30 September

Rp68,91 miliar

Net sell

27 September

Rp338,59 miliar

Net sell

26 September

Rp175,54 miliar

Net buy

25 September

Rp769,74 miliar

Net sell

24 September

Rp773,17 miliar

Net sell

23 September

Rp185,64 miliar

Net sell

20 September

Rp833,82 miliar

Net sell

19 September

Rp596,51 miliar

Net sell

18 September

Rp338,06 miliar

Net sell

17 September

Rp585,67 miliar

Net sell

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, transaksi saham

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top