Kuartal IV/2019, Ini Strategi Erajaya Swasembada (ERAA) Genjot Penjualan

Kinerja penjualan Erajaya Swasembada pada kuartal IV/2019 bakal terdongkrak peluncuran produk baru, momentum Natal dan Tahun Baru, serta event yang diselenggarakan mal dan prinsipal gawai.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 30 September 2019  |  19:34 WIB
Kuartal IV/2019, Ini Strategi Erajaya Swasembada (ERAA) Genjot Penjualan
Pengunjung mencoba produk terbaru Oppo Reno di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten peritel gawai PT Erajaya Swasembada Tbk. bakal menggelar berbagai event untuk meningkatkan penjualan pada kuartal IV. Pasalnya, periode 3 bulan terakhir ini menjadi kontributor utama penjualan perseroan.

Director Marketing Communications Erajaya Swasembada Djatmiko Wardoyo mengatakan kuartal IV bagi peritel telepon genggam biasanya merupakan periode dengan penjualan tertinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, peluncuran produk baru atau new product introduction oleh beberapa produsen. Produk-produk yang menjadi flagship biasanya banyak diluncurkan pada periode ini.

Kedua, yaitu momentum Natal dan Tahun Baru, di mana banyak masyarakat membelanjakan uang, salah satunya untuk membeli gadget baru. Ketiga, perseroan bekerja sama dengan beberapa prinsipal atau pengelola mal untuk mengadakan event.

“Dengan mal-mal kami mengadakan midnight sale, juga ada event yang bersifat exhibition seperti Indocomtech 2019 pada akhir Oktober hingga awal November 2019. Kami juga ada event yang dikelola sendiri seperti Erajaya Gadget Fair, Eraphone Expo, iBox Week, dan mungkin kami bikin lagi Galaxy Land,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Djatmiko menyatakan setelah mengalami penjualan tertinggi pada kuartal IV. Berdasarkan data Bloomberg, pendapatan emiten berkode saham ERAA itu mencapai Rp7,57 triliun pada kuartal IV/2017. Nilai tersebut meningkat 52,9% dari kuartal IV/2016.

Senada, kinerja penjualan ERAA  pada kuartal IV/2018 juga menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga kuartal sebelumnya. Nilainya tumbuh 24,2% dari kuartal IV/2017 menjadi Rp9,41 triliun.

Penjualan ERAA, kata Djatmiko, bakal menurun pada kuartal I tahun berikutnya. Biasanya, periode penjualan pada 3 bulan pertama tiap tahun menjadi yang paling rendah karena tidak ada momentum, kecuali Lebaran berada pada periode ini. Selain itu, Februari juga memiliki hari kerja yang pendek.

Sepanjang tahun, lanjutnya, sekitar 45% dari penjualan didapatkan selama semester I dan sisanya pada paruh kedua.

“Biasanya kuartal I paling rendah, kuartal II lebih tinggi, kuartal III bisa tumbuh bisa stabil, dan kuartal IV paling tinggi,” jelasnya.

Untuk melebarkan sayap bisnis, emiten dengan kode saham ERAA ini masih gencar membuka offline store walaupun platform dagang elektronik terus menguat. Dia menjelaskan hal ini untuk mendukung visi perusahaan untuk memberikan kenyamanan konsumen melakukan transaksi di mana pun dan kapan pun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, erajaya swasembada

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top