Hingga Agustus 2019, Erajaya Swasembada (ERAA) Buka Lebih dari 180 Gerai Baru

PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) saat ini memiliki sekitar 1.100 outlet yang tersebar di wilayah Indonesia.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 30 September 2019  |  16:29 WIB
Hingga Agustus 2019, Erajaya Swasembada (ERAA) Buka Lebih dari 180 Gerai Baru
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) merayakan tercapainya jumlah outlet yang telah menembus lebih dari 1.000 toko di seluruh Indonesia pada 31 Agustus 2019. - Erajaya.com.

Bisnis.com, JAKARTA—PT Erajaya Swasembada Tbk. telah merealisasikan pembukaan gerai baru lebih dari 180 unit pada Januari hingga Agustus 2019.

Director Marketing Communications Erajaya Swasembada Djatmiko Wardoyo mengatakan sepanjang tahun ini perseroan berencana membuka 300 gerai baru. Dengan demikian, hingga akhir tahun perseroan masih harus membuka 120 gerai baru untuk mencapai aspirasi perusahaan.

“Mudah-mudahan bisa terealisasi dengan bantuan kerja sama dari beberapa prinsipal untuk mengelola toko mereka,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Djatmiko menyebutkan baru-baru ini, prinsipal Oppo dan Vivo menunjuk Erajaya untuk membantu mereka dalam mengelola toko Oppo Store dan Vivo Store. Menurutnya, dengan penambahan ini membantu mempercepat pencapaian outlet baru yang telah diproyeksikan hingga akhir tahun.

Jenis outlet yang berada di bawah naungan emiten dengan kode saham ERAA ini mengusung konsep mono brand dan multi brand. Untuk mono brand, perseroan menggandeng beberapa prinsipal telepon genggam, seperti Apple, Samsung, Huawei, dan teranyar Oppo serta Vivo.

Gerai mono brand untuk Apple, yaitu iBox hingga saat ini ada sekitar 50—55 unit, sedangkan untuk Samsung Store sebanyak 101 unit, Xiaomi Store sekitar 50 unit, dan Huawei Store sebanyak 2 unit. Secara keseluruhan, ERAA saat ini memiliki sekitar 1.100 outlet yang tersebar di wilayah Indonesia.

“Pembukaan outlet paling banyak untuk multibrand, tiap tahun jumlah outlet yang baru selalu naik. Pada 2014 toko kami sekitar 400 unit, sekarang sudah 1.100-an unit,” ujarnya.

Pada tahun ini, ERAA menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp300 miliar dan sebagian besar digunakan untuk pembukaan outlet baru. Namun, untuk realisasi penyerapan capex, Djatmiko menyatakan hingga kini perseroan masih menghitung.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, hingga 30 Juni 2019 penjualan neto ERAA tercatat senilai Rp15,43 triliun atau menurun 9,71% secara tahunan dari Rp17,09 triliun.

Perseroan juga membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp109,18 miliar. Nilai ini lebih rendah 74,90% dari raihan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp435,12 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, erajaya swasembada

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top