Terseret Pelemahan Wall Street, IHSG Selip ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah dan melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (27/9/2019) di tengah pelemahan bursa saham global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 September 2019  |  10:19 WIB
Terseret Pelemahan Wall Street, IHSG Selip ke Zona Merah
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah dan melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (27/9/2019), di tengah pelemahan bursa saham global.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,51 persen atau 31,71 poin ke level 6.198,62 pada pukul 09.14 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (26/9), IHSG berakhir di level 6.230,33 dengan kenaikan tajam 1,37 persen atau 83,93 poin, penguatan hari kedua berturut-turut.

Indeks mulai tergelincir dari penguatannya ketika dibuka turun 0,26 persen atau 16,4 poin di posisi 6.213,93. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.198,2 – 6.219,77.

Tujuh dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif, dipimpin aneka industri (-0,98 persen) dan infrastruktur (-0,93 persen). Adapun sektor pertanian dan tambang masing-masing naik 0,50 persen dan 0,08 persen.

Sebanyak 111 saham menguat, 85 saham melemah, dan 460 saham stagnan dari 656 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 0,99 persen dan 1,41 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG.

Di belahan lainnya Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing terpantau turun tajam 1,63 persen dan 1,31 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,06 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing turun 0,15 persen dan 0,12 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,57 persen pukul 09.14 WIB.

Dilansir dari Reuters, bursa Asia bergerak menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah rilis aduan terhadap Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketidakpastian tentang ekonomi global, yang telah terbebani dampak perang perdagangan AS-China.

Pada perdagangan Kamis (26/9), indeks S&P 500 ditutup turun 0,24 persen di level 2.977,62, indeks Nasdaq Composite melemah 0,58 ke level 8.030,66, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,3 persen di posisi 26.891,12.

Ketiga indeks saham utama AS tersebut melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian pascarilis laporan pengungkap fakta (whistleblower) terkait langkah impeachment (pemakzulan) oleh Partai Demokrat terhadap Presiden Donald Trump.

Laporan yang dirilis menuding Trump tidak hanya menyalahgunakan jabatannya dalam upaya untuk meminta campur tangan pihak asing atas pemilihan presiden (pilpres) AS 2020.

Gedung Putih juga dituduh mencoba "mengunci" bukti tentang perilaku itu. Laporan ini dipandang sebagai pusat penyelidikan impeachment oleh kubu Demokrat di Kongres AS. Isu tentang dorongan impeachment tersebut telah menambah volatilitas pasar baru-baru ini.

“Apakah hal tersebut berubah menjadi sesuatu yang lebih besar tergantung pada bagaimana konsumen merespons. Tanpa itu, kemungkinan volatilitas berlangsung jangka pendek,” ujar Willie Delwiche, pakar strategi investasi di Robert W. Baird, Milwaukee.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan akan bergerak flat menantikan rilis data domestik yaitu Loan Growth (y-o-y) periode Agustus 2019.

Sejalan dengan pergerakan IHSG, indeks Bisnis-27 melemah 0,72 persen atau 3,91 poin ke level 538,12 pukul 09.14 WIB, setelah berakhir naik tajam 1,94 persen di posisi 542,03 pada perdagangan Kamis (26/9).

Adapun nilai tukar rupiah lanjut melemah 0,21 persen atau 30 poin ke level Rp14.195 per dolar AS pukul 08.24 WIB, setelah ditutup terdepresiasi 13 poin atau 0,09 persen di posisi 14.165 pada Kamis.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top