Metrodata Electronics (MTDL) Jalin Kerja Sama dengan EC-Council dari AS

Setelah ditunjuk menjadi distributor eksklusif EC—Council, SMI bakal menyasar semua segmen dan industri dalam mempersiapkan SDM-nya.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 September 2019  |  12:30 WIB
Metrodata Electronics (MTDL) Jalin Kerja Sama dengan EC-Council dari AS
Presdir PT Metrodata Electronics Tbk Susanto Djaja (dari kiri), Komisaris Independen Lulu Terianto, CEO Synnex Technology International Corporation Evans Tu, Presdir PT Synnex Metrodata Indonesia Agus Honggo Widodo, Vice President Emeritus PT Metrodata Electronics Tbk Hiskak Secakusuma, dan VP of Business Development Synnex Technology International Corporation David Tu mengamati proses perakitan barang elektronik di area logistic center usai acara peresmiannya di MM2100 Industrial Estate, Cibitung, Bekasi,

Bisnis.com, JAKARTA — Entitas anak PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL), PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), menjalin kemitraan strategis dengan International Council of E-Commerce Consultants (EC-Council) dalam menyediakan solusi sertifikasi keamanan siber.

Lie Heng, Direktur Solusi PT Synnex Metrodata Indonesia, menyampaikan bahwa diversifikasi portofolio produk yang dilakukan perseroan ini merupakan salah satu terobosan baru di bidang pendidikan dalam pengembangan SDM yang terampil dan bersertifikasi. khususnya di bidang keamanan siber.

“Saat ini SMI merasa bahwa keahlian keamanan siber di Indonesia masih sangat minim, oleh karena itu diperlukan tenaga terampil dan bersertifikasi khusus di bidang keamanan siber,” kata Lie melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (27/9/2019).

Lie melanjutkan, SDM yang berkualitas diperlukan seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju seperti IoT, AI, dan jaringan 5G.

Dengan demikian, lewat kemitraan yang diumumkan pada Kamis (26/9/2019) ini, SMI ingin berkontribusi untuk mempersiapkan Indonesia maju dengan SDM yang unggul.

Setelah ditunjuk menjadi distributor eksklusif EC—Council, SMI bakal menyasar semua segmen dan industri dalam mempersiapkan SDM-nya. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan pelatihan bisnis dan sertifikasi di bidang keamanan sekuriti.

Tin Tin Hadijanto, Country Manager, EC-Council Indonesia, mengimbuhkan bahwa keamanan siber sudah menjadi hal yang mendesak bagi setiap perusahaan.

Dengan demikian, EC—Council menyediakan solusi komprehensif untuk edukasi di bidang keamanan siber secara holistik dan strategis bersama SMI.

“Kami merasa senang dan bersemangat untuk memulai kemitraan ini bersama PT Synnex Metrodata Indonesia, pemain TIK terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Sertifikasi Keamanan Siber

Adapun, EC-Council merupakan badan penyedia jasa sertifikasi keamanan siber terbesar di dunia asal AS yang beroperasi di 145 negara dan memiliki 200.000 sertifikasi keamanan informasi profesional secara global.

EC-Council memiliki board member dari berbagai industri sebagai subject matter expert dalam pengembangan kurikulum e-business dan information security skills.

Selain itu, badan ini juga memiliki sertifikasi standar dari American Standard Insitute serta dukungan salah satunya dari Department of Defense USA dan CNSS - NSA USA.

Keamanan siber sendiri merupakan proses yang meliputi manusia, teknologi, dan proces. Untuk menerapkannya, diperlukan upaya dari para pemangku kepentingan, setidaknya risiko yang ada bisa diperkecil kendati tidak dapat dijamin aman 100%.

Serangan siber seringkali dirancang menjadi lebih rumit dipecahkan dan terorganisir untuk menyerang korporasi besar.

Semua jenis tindakan serangan siber dilakukan dengan sengaja untuk mengganggu kerahasiaan (confidentially), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) informasi.

Dengan demikian, keamanan siber dirancang untuk melindungi jaringan, komputer, program dan data dari serangan siber.

Hal ini penting dilakukan agar perusahaan memahami serta mengurangi risiko dengan melindungi seluruh informasi dan data yang merupakan aset terbesar perusahaan.

Keamanan siber yang gagal diterapkan akan mengakibatkan masalah fatal jika data berpindah ke pihak lain. Tingkat kesadaran dari seluruh pengguna teknologi informasi mengenai keamanan siber sangatlah penting.

Selain memperkaya portofolio yang ditawarkan kepada pelanggannya, dengan kerja sama ini SMI juga akan mendapat kesempatan untuk memperluas bisnisnya, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungan.

Saat ini, SMI telah memiliki pusat distribusi yang tersebar di wilayah strategis di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

Pusat distribusi tersebut didukung oleh tenaga penjualan dan logistik termasuk tim Technical Advisor dan Professional Engineers yang mampu memberikan solusi bagi para mitra bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
metrodata, keamanan siber

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top