Bayar Utang dan Obligasi, Agung Podomoro Land (APLN) Siapkan Duit Rp1,72 Triliun

Percepatan pembayaran obligasi dilakukan PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) karena nilai pinjaman tidak sebanding dengan aset yang menjadi agunan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 September 2019  |  15:50 WIB
Bayar Utang dan Obligasi, Agung Podomoro Land (APLN) Siapkan Duit Rp1,72 Triliun
Assistant Vice President Marketing Agung Podomoro Land (APL) Alvin Andronicus (tengah) berbincang dengan pelanggan Amron Rahman (kanan), dan Sion S Lumban Gaol saat Agung Podomoro Investment Day, di ICE BSD, Serpong , Tangerang Selatan, Kamis (21/9). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti, PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) menyiapkan dana sebesar Rp1,72 triliun untuk melunasi utang.

Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Justini Omas mengatakan semua kewajiban utang akan dibayarkan dalam sepekan ke depan. Justini menegaskan saat ini likuiditas perseroan dalam keadaan yang baik untuk melunasi semua kewajiban.

Kewajiban tersebut mencakup tiga bagian, yakni Perjanjian Fasilitas Pinjaman I sebesar Rp1,17 triliun, Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2015 sebesar Rp99 miliar, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2014 dengan nilai pokok Rp451 miliar.

“Semua akan kami bayar sesuai dengan tenggat waktunya. Tapi saya belum bisa katakan dananya dari mana,” katanya, Kamis (26/9).

Selain membayar kewajiban Rp1,72 triliun, Agung Podomoro juga harus membayarkan biaya kupon obligasi yang jatuh temponya dipercepat sebesar Rp16,87 miliar.

Hal itu merupakan konsekuensi dari percepatan pembayaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2015 yang jatuh tempo pada Maret 2020 dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2014 yang seharusnya jatuh tempo Desember 2019.

Justini mengatakan APLN akan memberikan bunga selama satu periode kepada pemilik kupon.

Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2015 memiliki kupon bunga sebesar 11,25% per tahun. Dengan begitu perseroan harus membayar biaya tambahan Rp2,73 miliar untuk satu periode.

Sementara itu, Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2014 memiliki kupon bunga sebesar 12,5%. Maka APLN harus membayar Rp14,09 miliar untuk saru periode.

“Selain membayar nilai pokok 100% kami juga memberikan tambahan satu periode bunga. Semua akan dibayarkan paling lambat dalam 7 hari kerja atau lebih cepat,” ungkapnya.

Justini menambahkan percepatan pembayaran obligasi dilakukan karena nilai pinjaman tidak sebanding dengan aset yang menjadi agunan. Sebagai informasi untuk kedua obligasi itu, APLN menggunakan Mall Central Park senilai Rp6,3 triliun sebagai jaminan utang.

Pada perdagangan sesi II pada Kamis (26/9/2019) hingga pukul 15.40 WIB, harga saham APLN tengah menguat 4,55% menuju Rp276 per saham. Adapun selama tahun berjalan harga saham APLN tengah menguat sampai 81,58%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, agung podomoro, emiten properti

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top