Mahasiswa Demo, IHSG Turun Lebih dari 1 Persen Pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot lebih dari 1 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (24/9/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 September 2019  |  12:33 WIB
Mahasiswa Demo, IHSG Turun Lebih dari 1 Persen Pada Akhir Sesi I
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan melorot lebih dari 1 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (24/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melorot 1,26 persen atau 77,99 poin ke level 6.128,21 pada akhir sesi I, setelah dibuka turun 0,28 persen atau 17,43 poin di level 6.188,77. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.121,35 – 6.194,59. 

Menurut Suria Dharma, kepala riset Samuel Sekuritas, aksi protes seputar revisi undang-undang (UU) KPK berikut kerusuhan yang melanda Papua telah mendorong aksi jual di pasar.

Jumlah korban meninggal akibat demonstrasi anarkis di Wamena dilaporkan bertambah menjadi 22 orang. Demo anarkis yang diduga berawal dari isu rasisme itu sempat melumpuhkan perekonomian di Wamena.

Para pendemo selain melakukan pembakaran juga merusak pelbagai fasilitas pemerintah dan swasta serta rumah dan kendaraan milik warga.

Jumlah korban tersebut dipastikan akan bertambah karena pencarian di lokasi kebakaran masih dilakukan. Selain itu, beberapa korban yang dirawat di RSUD Wamena mengalami luka serius, kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Kamal di Jayapura, Selasa (24/9/2019).

Pada saat yang sama, IHSG juga dipandang terdampak aksi unjuk rasa para mahasiswa dari sejumlah universitas yang menolak perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (revisi UU KPK).

Selain revisi UU KPK yang telah disahkan, mereka memprotes sejumlah rancangan undang-undang yang dinilai kontroversial, seperti RKUHP, RUU Permasyarakatan, dan RUU Pertanahan.

Pada Senin (23/9/2019) mahasiswa bahkan sempat mendobrak masuk ke lingkungan DPR. Mereka juga sempat membobol pagar besi di sisi kiri pintu utama DPR.

Berkaca pada aksi kemarin, diperkirakan ribuan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia dan elemen masyarakat akan turun bersama melayangkan protes di depan Gedung DPR.

“Pergerakan saham di Indonesia mungkin tetap tidak stabil sampai Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan kabinetnya. Investor dapat memilih saham-saham defensif, seperti barang konsumsi,” tambah Suria, dikutip dari Bloomberg.

Seluruh sembilan sektor menetap di zona merah pada akhir sesi I, dipimpin aneka industri (-2,22 persen), tambang (-2,11 persen), dan industri dasar (-1,83 persen).

Sebanyak 74 saham menguat, 323 saham melemah, dan 258 saham stagnan dari 655 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing turun 1,44 persen dan 2,64 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 melorot 1,73 persen atau 9,32 poin ke level 530,76. Indeks saham syariah Jakarta Islamic Index bahkan merosot hampir 2 persen atau 13,37 poin ke posisi 678,38 pada akhir sesi I.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.100 per dolar AS pukul 11.53 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level 14.080-14.100.

Sebaliknya, mayoritas indeks saham lain di Asia mampu menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing naik 0,41 persen dan 0,08 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan naik 0,26 persen.

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing juga menguat 0,77 persen dan 0,81 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,27 persen pukul 12.01 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, demo mahasiswa

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top