IHSG Diprediksi Menguat pada Awal Pekan Depan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,2 persen ke level 6.231 pada Jumat (20/9/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 September 2019  |  11:53 WIB
IHSG Diprediksi Menguat pada Awal Pekan Depan
Pejalan kaki berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada awal pekan depan, kendati ditutup melemah pada perdagangan Jumat (20/9/2019). 
 
Dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (21/9), IHSG ditutup melemah 12,9 poin atau 0,2 persen ke level 6.231. Dari 10 sektor yang diperdagangkan, sektor yang turun paling dalam yakni sektor industri dan kimia dasar sebesar 0,7 persen dan sektor niaga 0,6 persen. 
 
Meski demikian, dari 7 sektor yang mengalami pelemahan, terdapat 3 sektor yang masih mencatatkan penguatan. Ketiga sektor ini yaitu sektor agrikultur yang naik 0,4 persen, sektor pertambangan 0,9 persen, serta sektor infrastruktur dan transportasi 1,2 persen.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher Jordan menyampaikan dalam risetnya, IHSG pada awal pekan diprediksi cerah dengan titik support di rentang 6.190-6.210 dan titik resistance antara 6.254-6.278. Secara teknis, dia menyebut penguatan bertolak dari indikator stochastic yang membentuk golden cross di sekitar area oversold
 
“IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal, indikator stochastic membentuk goldencross di sekitar area oversold mengindikasikan potensi penguatan dalam jangka pendek,” papar Dennies. 
 
Berdasarkan proyeksi IHSG pada awal pekan, dia merekomendasikan saham beberapa emiten seperti BSDE, PGAS, HMSP, JPFA, INCO, dan ANTM untuk dicermati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prediksi ihsg

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top