Aturan Teknis Sentra Dana Berjangka Ditargetkan Meluncur Akhir Tahun

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Jericho Biere mengatakan bahwa dengan rencana peluncuran aturan teknis sentra dana berjangka berpotensi akan mendorong pertumbuhan volume transaksi multilateral.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 19 September 2019  |  08:25 WIB
Aturan Teknis Sentra Dana Berjangka Ditargetkan Meluncur Akhir Tahun
Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Bejangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti menargetkan peluncuran aturan teknis penyelenggaraan sentra dana berjangka dapat dilakukan sebelum akhir tahun ini.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Kemendag Sahudi mengatakan bahwa sejak diberlakukannya Undang-Undang Perdagangan Berjangka Komoditi pada 1997 sesungguhnya sudah terdapat amanah pembentukan sentra dana berjangka, tetapi hingga saat ini aturan teknis tersebut belum pernah disusun.

Sebagai informasi, Berdasarkan UU Nomor 32 tahun 1997 tentang Bursa Berjangka setidaknya terdapat empat faktor utama yang termasuk industri berjangka yakni pialang berjangka, perdagangan berjangka, sentra dana berjangka, dan penasihat berjangka.

“Ini sudah lebih dari 20 tahun aturan teknisnya belum keluar. Oleh karena itu, kami mengejar untuk segera dikeluarkan dan sampai saat ini masih dalam proses. Semoga akhir tahun bisa diluncurkan,” ujar Sahudi belum lama ini.

Dia mengaku pihaknya masih melakukan focus group discussion (FGD) dengan beberapa pihak terkait untuk membantu merumuskan aturan teknis sentra dana berjangka sekaligus aturan terkait pengelola sentra dana berjangka (PSDB).

Adapun, sentra  dana berjangka adalah  wadah yang digunakan untuk  menghimpun dana secara kolektif  dari masyarakat untuk diinvestasikan  dalam kontrak berjangka dan atau komoditi  yang menjadi subjek kontrak Berjangka atau  instrumen lainnya yang diatur oleh Peraturan Kepala Bappebti.

Sementara itu, pengelola  sentra dana berjangka adalah  pihak yang melakukan usaha yang  berkaitan dengan penghimpunan dan pengelolaan dana dari peserta sentra  dana berjangka untuk diinvestasikan dalam kontrak berjangka.

Nantinya, Bappebti akan membuka peluang bagi perusahaan baru untuk mendaftarkan diri sebagai pengelola sentra dana berjangka sehingga tidak menitikberatkan pendaftar berasal dari perusahaan pialang berjangka yang telah eksis saja.

Selain itu, untuk tahap pertama peluncuran sentra dana berjangka, Bappebti akan berfokus pada produk multilateral terlebih dahulu yang kemudian pada tahap selanjutnya akan dirancang sentra dana berjangka dengan menggunakan produk bilateral.

Dia berharap dengan adanya peluncuran produk tersebut dapat menjadi pilihan alternatif investasi masyarakat sehingga dapat mendorong perekonomian nasional.

Di sisi lain, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan bahwa meluncurnya aturan teknis sentra dana berjangka merupakan sebuah langkah maju bagi industri perdagangan berjangka komoditas karena akan mendorong industri menjadi lebih aktif dan berbobot.

“Sebagai sebuah sarana alternatif instrumen investasi di tanah air, ini bisa menjadi potensi mengundang para investor luar negeri untuk berpartisipasi dalam perdagangan berjangka di Indonesia, karena akan lebih tampak bergairah marketnya,” ujar Paulus kepada Bisnis.

Selain dapat menekan potensi capital outflow dari bursa berjangka, Paulus juga menilai keberadaan sentra dana berjangka juga bisa membuat market bursa berjangka semakin likuid.

DORONG TRANSAKSI

Sementara itu, Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Jericho Biere mengatakan bahwa dengan rencana peluncuran aturan teknis sentra dana berjangka berpotensi akan mendorong pertumbuhan volume transaksi multilateral.

Menurutnya, produk multilateral sangat cocok untuk dijadikan sebagai instrumen investasi dalam sentra dana berjangka yang mengharuskan instrumen tersebut teratur, wajar, efisien, dan transparan.

“Instrumen multilateral itu global best practice. Perdagangan terjadi secara transparan, teratur, dan efisien. ICDX dalam hal ini mendukung penuh pengembangan instrumen multilateral, baik dalam bentuk edukasi maupun pengembangan produk,” ujar Jericho kepada Bisnis, Rabu (18/9/2019).

Dengan sendirinya, lanjut dia, berjalannya sentra dana berjangka akan memudahkan upaya Indonesia untuk menjadi harga acuan seiring dengan ramainya perdagangan multilateral.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bappebti, bbj, bkdi, icdx, jfx

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top