Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perang Dagang AS-China Mereda, Harga Tembaga Menguat

Harga tembaga mencapai level tertinggi sejak Juli tahun ini, pada Jumat (13/9), karena para investor berharap turunnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China dapat meningkatkan permintaan logam.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 14 September 2019  |  09:36 WIB
Ilustrasi kawat tembaga. - Bloomberg/Andrey Rudakov
Ilustrasi kawat tembaga. - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA - Harga tembaga mencapai level tertinggi sejak Juli tahun ini, pada Jumat (13/9/2019), karena para investor berharap turunnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China dapat meningkatkan permintaan logam.

Seperti dilaporkan Xinhua, Jumat (13/9/2019), dikutip dari Reuters, China akan mengecualikan beberapa produk pertanian dari tarif tambahan untuk barang AS, kantor berita resmi China.

Langkah ini dilakukan setelah kedua pihak melakukan tindakan damai pada Kamis (12/9/2019), seperti China memperbarui pembelian barang pertanian AS dan Washington menunda kenaikan tarif barang China tertentu dalam dua minggu.

Perang dagang yang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar dunia telah membebani pertumbuhan global dan prospek permintaan untuk sebagian besar logam industri.

"Pasar tampaknya telah mengambil momentum itu dengan sangat baik, meskipun sulit untuk terlalu bersemangat," kata Caroline Bain, kepala ekonom komoditas di Capital Economics di London, dilansir dari Reuters, Sabtu (14/9/2019).

Meski demikian, Bain mengatakan, pihaknya sangat skeptis terhadap arah dari perang dagang AS dan China ini.

"Kami juga berpikir ekonomi global akan terus melambat selama sisa tahun ini, jadi kami melihat sangat sedikit kenaikan harga logam dari sini.”

Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) naik 2% menjadi US$5.949 per ton pada 21:00 WIB, Jumat (13/9/2019),tertinggi sejak 31 Juli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tembaga perang dagang AS vs China
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top