URBN Gencar Akusisi di 2020

Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. menargetkan dapat mengakusisi perusahaan properti lain pada 2020 menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp215,77 miliar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 08 September 2019  |  12:12 WIB
URBN Gencar Akusisi di 2020
PT Urban Jakarta Propertindo - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. menargetkan dapat mengakusisi perusahaan properti lain pada 2020 menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp215,77 miliar.

Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo Tri Rachman Batara mengatakan sampai dengan Agustus sisa hasil dana penawaran umum adalah Rp330,33 miliar. Sementara total hasil dana segar yang dihimpun perseroan ialah Rp423,18 miliar realisasi pengunaan dana untuk akuisisi lahan Rp38,15 miliar, pengembangan lahan Rp13,06 miliar, dan modal kerja Rp41,63 miliar.

Alokasi dana untuk mengakusisi lahan, properti atau perusahaan masih tersisa Rp215,77 miliar. Batara mengatakan penggunaan dana itu kemungkinan baru akan terealisasi pada awal tahun depan. Pasalnya saat ini perseroan sedang dalam tahap negosiasi untuk akuisisi.

“Kami saat ini sedang dalam tahap negosiasi untuk dapat mengakusisi satu perusahaan properti dengan dana tersebut. Lokasinya ada di daerah yang dekat dengan transit oriented development [TOD],” katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Menurutnya potensial lahan sekitar 6 hektare yang dapat diakusisi dalam dua tahap. Tahap pertama, lanjutnya, emiten berkode saham URBN itu akan mengakusisi sebesar 2 hektare. Batara menjelaskan perseroan akan fokus pada pengembangan high rise building di sekitar TOD.

Namun banyak banyak lahan strategis yang sudah dikuasai perusahaan properti lainnya. Selain itu, banyak spekulan atas harga lahan di sekitar kawasan TOD. Manajemen menilai pengunaan dana untuk akuisisi lahan Rp38,15 miliar masih belum optimal. Oleh sebab itu dana akusisi lahan diperbesar menjadi total Rp342,05 miliar dari Rp215,77 miliar.

“Saat ini perusahaan akan mencari proyek-proyek di daerah TOD dan akan fokus mengembangkan di konsep TOD JABODETABEK, land bank, dll. Sedikit menambahkan sudah ada beberapa yang diincar tapi kami belom bisa menyebutkan,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Urban Jakarta Propertindo Thomas Go mengatakan perseroan akan fokus dalam pengembangan unit apartemen seharga Rp500 juta. Sejauh ini URBN telah membukukan pendapatan Rp224,27 miliar pada Semester I/2019.

“Laba akhir tahun kami targetkan  Rp180 miliar dengan pendapatan sekitar Rp240 miliar, ada penurunan karena awalnya kami targetkan Rp330 miliar. Kita tetap optimis semua tercapai tapi memang akibat dari perang dagang, dan situasi politik ekonomi indonesia berimbas pada properti,” sebutnya.

Thomas mengatakan URBN menargetkan untuk bisa menjual 35 unit apartemen di masing-masing proyek yakitu Urban Signature dan Gateway Park. Jumlah penjualan itu setara dengan Rp20 miliar. Menurutnya setelah penurunan suku bunga dan usai pemilihan umum sektor properti mulai bergerak.

“Realisasinya penjualan ada peningkatan, dua bulan ini 20 unit terjual di masing-masing proyek kisarannya di harga Rp500 juta-Rp800 juta. Tapi yang lebih laku Rp550 juta, pembellinya kebanyakan,” sebutnya.

Sebagai informasi, penjualan unit apartemen URBN sampai Juni 2019 disumbang oleh penjualan kepada pihak ketiga 99,7 persen dan sisanya penjualan kepada pihak berelasi. Penjualan yang melebihi 10 persen dari total pendapatan di semester I yaitu atas penjualan apartemen Urban Sky kepada Wijaya Karya Realty senilai Rp203,14 miliar. Artinya, tanpa pembelian dari anak usaha BUMN itu URBN kemungkinan hanya mencetak pendapatan sebesar Rp21 miliar atau setara dengan target penjualan bulanan sebanyak 35 unit.

Selain itu, laba bersih perseroan pada semester I/2019 tercatat Rp57,2 miliar naik 226% dari posisi Rp17,5 miliar tahun lalu. Adapun nilai aset perusahaan pada Juni 2019 naik 8% menjadi Rp1,75 triliun, liabilitas naik tipis 1,8% jadi Rp551 miliar serta ekuitas bertambah 11,37% menjadi Rp1,2 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspansi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top