Dolar Stagnan karena KekhawatiranThe Fed Pangkas Suku Bunga

Dolar Amerika Serikat bergerak lamban pada Jumat (6/9/2019), sekaligus menuju penurunan mingguan terbesar dalam sebulan, karena ekspektasi berkembang bahwa The Fed akan memangkas suku bunga AS bulan ini.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 07 September 2019  |  09:14 WIB
Dolar Stagnan karena KekhawatiranThe Fed Pangkas Suku Bunga
Ilustrasi Dolar AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat bergerak lamban pada Jumat (6/9/2019), sekaligus menuju penurunan mingguan terbesar dalam sebulan, karena ekspektasi berkembang bahwa The Fed akan memangkas suku bunga AS bulan ini.

Seperti dikutip dari Reuters, para pedagang telah membeli dolar Australia dan aset berisiko lainnya pekan ini, setelah AS melaporkan data ekonomi yang kuat. Selain itu ketegangan politik mereda, terutama di Inggris, ketika anggota parlemen bergerak untuk memblokir usaha Perdana Menteri Boris Johnson untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian transisi.

Hingga pukul 16:57 WIB, indeks dolar menguat tipis 0,03% atau 0,030 poin ke posisi 98,41.

Valentin Marinov, kepala penelitian G-10 FX dan strategi di Credit Agricole di London mengatakan, lesunya dolar AS mengacu pada sejumlah pilar seperti data perekonomian Negeri Paman Sam yang kuat, redanya risiko politik di Inggris, dan ekspektasi redanya ketegangan perang dagang AS dan China.

Survei menunjukkan ekonomi AS dalam kondisi yang lebih baik daripada yang ditakutkan investor. Kegiatan layanan dipercepat pada Agustus dan pengusaha swasta meningkatkan perekrutan lebih dari yang diharapkan.

Laporan payroll non-pertanian AS yang dijadwalkan pada Jumat (6/9) waktu setempat, diperkirakan, menunjukkan 158.000 pekerjaan ditambahkan, serta tingkat pengangguran tetap tidak berubah pada 3,7% pada Agustus.

Meskipun data optimis, pasar obligasi memperkirakan The Fed menurunkan suku bunga bulan ini. Sebanyak 55 basis poin penurunan suku bunga diperkirakan pada tahun ini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top