Tensi Politik di Inggris dan Hong Kong Mereda, Bursa Eropa Menguat

Penguatan bursa saham Italia beserta perkembangan positif dari situasi politik di Inggris dan Hong Kong berhasil mendongkrak bursa Eropa berakhir naik signifikan pada perdagangan Rabu (4/9/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 September 2019  |  06:26 WIB
Tensi Politik di Inggris dan Hong Kong Mereda, Bursa Eropa Menguat
Indeks Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan bursa saham Italia beserta perkembangan positif dari situasi politik di Inggris dan Hong Kong berhasil mendongkrak bursa Eropa berakhir naik signifikan pada perdagangan Rabu (4/9/2019).

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup menguat 0,89 persen, didorong bursa saham Milan yang jauh mengungguli bursa saham lain di kawasan ini setelah Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte meluncurkan kabinet barunya.

Investor mendukung koalisi yang kecil kemungkinan menyatukan partai-partai politik Gerakan 5-Bintang dan Partai Demokrat, sehingga menghindari risiko pemilihan dini dan ketidakstabilan politik yang berkepanjangan.

“Ini adalah interpretasi yang sangat jelas oleh pasar bahwa pemerintah baru dipandang positif, setidaknya ketika terkait kebijakan anggaran dan interaksi dengan Komisi Eropa,” ujar Marco Valli, kepala riset makro di Unicredit, seperti dilansir Reuters.

“Anda memiliki pemerintahan yang diharapkan akan berpegang teguh pada sikap pro-Eropa. Ini penting karena diperlukan untuk stabilitas keuangan bahkan jika kita mengalami kemunduran di lingkungan global,” lanjutnya.

Indeks FTSE MIB Italia menguat sekitar 1,6 persen, menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan, sementara indeks perbankan naik tajam 1,75 persen.

Di Inggris, anggota parlemen Inggris dilaporkan mengalahkan Perdana Menteri Boris Johnson di parlemen pada Selasa (3/9), dalam upaya untuk mencegah Johnson mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tanpa kesepakatan. Di sisi lain, hal ini mendorong Johnson untuk menuntut pemilu dini.

Indeks saham FTSE 100 yang terdiri atas eksportir hanya naik 0,59 persen, terbebani oleh stabilnya nilai tukar pound sterling karena perkembangan tersebut.

Menambah sentimen positif untuk pasar adalah data yang menunjukkan aktivitas di sektor jasa China berekspansi pada laju tercepat dalam tiga bulan pada Agustus seiring dengan meningkatnya pesanan baru.

Sementara itu, survei menunjukkan bisnis zona euro mengalami pertumbuhan lebih cepat dari yang diperkirakan bulan lalu, meskipun tetap dalam kelesuan karena industri jasa yang dominan di kawasan ini hanya sebagian mengimbangi perlambatan manufaktur.

Investor kini akan menantikan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan depan yang diantisipasi akan menurunkan suku bunga di tengah upaya para pembuat kebijakan untuk mencegah perlambatan akibat perang perdagangan AS-China yang berlarut-larut.

Sektor-sektor yang sensitif pada isu perdagangan seperti penambang, pembuat mobil, dan perusahaan migas memimpin kenaikan pada indeks utama STOXX 600.

Adapun bank-bank Inggris yang terkait dengan Asia, HSBC dan Prudential, mendorong indeks utama dan membantu mendorong kenaikan 1,24 persen di sektor perbankan, setelah Pemimpin Hong Kong Carrie Lam akhirnya mencabut RUU ekstradisi.

RUU, yang memungkinkan ekstradisi pelaku kejahatan dari wilayah tersebut ke China daratan, telah menyulut aksi protes keras dan kerusuhan dalam sekitar tiga bulan terakhir.

Pemberitaan itu turut membantu saham perusahaan mewah - LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE, perusahaan Perhiasan Swiss Compagnie Financiere Richemont SA dan pemilik Gucci Kering SA - naik antara 2,4 persen dan 3,6 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa, Brexit

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top