Prospek Hubungan AS-China Suram, Wall Street Tertekan

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa (27/8/2019), terbebani oleh saham keuangan setelah pendalaman inversi kurva imbal hasil Treasury meningkatkan kekhawatiran atas resesi AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  06:56 WIB
Prospek Hubungan AS-China Suram, Wall Street Tertekan
Bursa saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa (27/8/2019). Penurunan terbebani oleh saham keuangan setelah pendalaman inversi kurva imbal hasil Treasury meningkatkan kekhawatiran atas resesi AS.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup terkoreksi 0,32 persen atau 9,22 poin di level 2.869,16, indeks Nasdaq Composite turun 0,34 persen atau 26,79 poin di level 7.826,95, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 0,47 persen atau 120,93 poin di posisi 25.777,9.

Sebelum berakhir melemah, ketiga indeks tersebut sempat naik setelah Presiden Donald Trump memperkirakan adanya putaran perundingan perdagangan baru dengan Beijing.

Bagaimanapun, kementerian luar negeri China, menegaskan kembali pada Selasa bahwa pihaknya belum berkomunikasi via telepon dengan tim negosiasi AS untuk membahas soal perundingan perdagangan seperti yang diklaim oleh Trump.

Pada saat yang sama, pendalaman inversi dalam kurva imbal hasil Treasury 2 tahun dan 10 tahun semakin menggarisbawahi kekhawatiran tentang melemahnya ekonomi global.

Pendalaman inversi kurva imbal hasil mencerminkan keresahan investor tentang resesi dan ketidakpastian atas konflik perdagangan antara China dan Amerika Serikat.

"Ini akan sangat membingungkan dan sayangnya, tanpa semacam pergerakan besar mengenai perdagangan, mungkin akan memperlambat segalanya dan mendorong hal-hal keluar, ekonomi akan tertekan,” ujar Jack Ablin, kepala investasi di Cresset Capital Management, Chicago.

Saham finansial, yang cenderung melemah di kondisi ekonomi yang lesu, turun 0,72 persen, sementara sektor utilitas defensif memimpin kenaikan beberapa kelompok, dengan naik 0,14 persen.

S&P 500 telah kehilangan hampir 4 persen pada Agustus di tengah kekhawatiran atas dampak perang perdagangan AS-China yang semakin intensif terhadap perlambatan ekonomi global dan laba perusahaan, bersama dengan ketidakpastian seputar laju penurunan suku bunga AS oleh Federal Reserve.

Dengan pertemuan Federal Reserve berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September, investor mencermati kekuatan ekonomi AS untuk memperoleh petunjuk tentang arah pergerakan suku bunga AS.

Laporan pekerjaan bulanan yang akan dirilis pemerintah bulan depan beserta data manufaktur akan memberi investor faktor-faktor untuk dipertimbangkan sebelum pengumuman kebijakan.

Pergerakan Bursa Wall Street 27 Agustus

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

25.777,9

-0,47

S&P 500

2.869,16

-0,32

Nasdaq

7.826,95

-0,34

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top