Klaim Pengangguran vs Aktivitas Manufaktur, Wall Street Variatif

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir variatif pada perdagangan Kamis (22/8/2019), ketika penurunan klaim pengangguran mengimbangi data yang menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  07:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir variatif pada perdagangan Kamis (22/8/2019), ketika penurunan klaim pengangguran mengimbangi data yang menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur AS.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun tipis 0,05 persen atau 1,48 poin di level 2.922,95 dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,36 persen atau 28,82 poin di level 7.991,39. Namun indeks Dow Jones Industrial Average mampu berakhir menguat 0,19 persen atau 49,51 poin di posisi 26.252,24.

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun lebih dari yang diperkirakan pekan lalu. Ini menunjukkan ketangguhan pasar tenaga kerja meskipun perlambatan manufaktur dan kekhawatiran ekonomi mengarah resesi.

Namun, Indeks Manajer Pembelian IHS Markit menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi pada bulan Agustus, untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Data ini memicu kekhawatiran di antara sebagian investor bahwa pelemahan ekonomi di luar negeri dan eskalasi perang dagang dengan China dapat menyeret ekonomi AS. Menyusul rilis data tersebut, kurva imbal hasil antara Treasury 2 tahun dan 10 tahun berinversi secara singkat.

“Fakta bahwa manufaktur tidak hanya melambat tetapi berkontraksi sedikit mengejutkan,” ujar Oliver Pursche, kepala strategi pasar di Bruderman Asset Management, New York.

“Namun, kita juga melihat klaim pengangguran yang layak, sedikit lebih baik dari perkiraan, jadi ini seperti pembalasan [kontraksi manufaktur]. Itulah sebabnya kami tidak memperkirakan akan ada semacam resesi mendalam,” lanjutnya.

Hampir sepanjang sesi perdagangan Kamis, indeks S&P 500 terombang-ambing antara zona hijau dan merah. Sejumlah pakar strategi pasar mengatakan para investor mengambil posisi wait and see menjelang pidato Gubernur Fed Jerome Powell.

Powell dijadwalkan berpidato dalam simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (23/8/2019) waktu setempat dan diharapkan akan memberi petunjuk lebih lanjut tentang prospek penurunan suku bunga AS.

Indeks acuan tersebut merosot lebih rendah dalam perdagangan intraday setelah Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dan Presiden Fed Kansas City Esther George mengisyaratkan sikap yang kurang dovish terkait kebijakan moneter, dengan mengatakan ekonomi AS tidak memerlukan stimulus lebih pada saat ini.

“Komentar-komentar itu, ditambah dengan data manufaktur yang mengecewakan dan inversi kurva imbal hasil yang singkat, pada keadaan lain akan menjadi 'resep' untuk aksi jual,” tutur Michael Antonelli, pakar strategi pasar di Robert W. Baird, Milwaukee.

Di sisi lain, saham Nordstrom Inc melonjak 15,9 persen, persentase kenaikan terbesar pada S&P 500, setelah laba kuartalnya melampaui perkiraan.

Adapun Dow Jones memperoleh dorongan dari saham Boeing Co, yang naik 4,2 persen setelah Reuters melaporkan pabrikan pesawat ini tengah berupaya untuk meningkatkan produksi pesawat jet 737 MAX-nya paling cepat pada Oktober. Langkah ini menunjukkan kembalinya layanan pesawat kemungkinan untuk kuartal keempat.

Pergerakan Bursa Wall Street 22 Agustus

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

26.252,24

+0,19

S&P 500

2.922,95

-0,05

Nasdaq

7.991,39

-0,36

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top