Sido Muncul Ekspansi ke Vietnam dan Myanmar

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. sedang menjajaki Vietnam dan Myanmar sebagai pasar ekspor baru, yang ditargetkan dapat terealisasi pada awal 2020. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  04:00 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. sedang menjajaki Vietnam dan Myanmar sebagai pasar ekspor baru, yang ditargetkan dapat terealisasi pada awal 2020. 
Direktur Sido Muncul Leonard mengatakan, perseroan bakal ekspansi kena negara di Asia Tenggara itu melalui segmen produk herbal. Ini berbeda ketika perseroan masuk ke pasar Nigeria dan Malaysia melalui segmen makanan dan minuman yakni Kuku Bima Ener-G! drink. 
Lebih lanjut, produk Tolak Angin segera menyusul masuk pasar Malaysia. Sebelumnya, produk serupa juga sudah masuk ke Filipina. 
"Semuanya sudah siap. Saat ini sedang proses perizinan. Jika tidak akhir tahun ini, maka awal tahun depan," katanya Kamis (22/8/2019). 
Sebelumnya, produsen jamu herbal Tolak Angin ini telah memasarkan produk ke 16 negara. Meski demikian, pada tahun ini emiten dengan kode saham SIDO itu fokus menggarap pasar Nigeria, Malaysia, dan Filipina. 
Leonard menambahkan, penambahan pasar baru ini dapat mendorong kontribusi ekspor bertahan di 6% terhadap penjualan, dari semester I/2018 bertahan di level 2%. Kontribusi ekspor berpeluang meningkat di tahun mendatang. 
Guna mendorong perluasan pasar ekspor, SIDO menargetkan alokasi biaya promosi dan iklan mencapai 13% dari beban penjualan pada semester II/2019, meningkat dari semester I/2019 sebesar 9%. 
Untuk mendorong penjualan, perseroan juga terus melakukan inovasi produk seperti Madu Jahe Sidomuncul yang baru dirilis tahun ini. Selain itu, SIDO juga siap merilis produk soft capsul pada kuartal IV tahun ini.
"Iya untuk mendukung ekspor. Saat ini di Filipina mulai advertising," katanya. 
Hingga semester I/2019, perseroan telah menyerap belanja modal sebesar Rp77 miliar atau 51,3% dari alokasi belanja modal tahun ini sebesar Rp150 miliar. Penyerapan belanja modal di paruh pertama tahun ini untu perawatan mesin-mesin. 
Pada penutupan perdagangan Kamis (22/8/2019), saham SIDO ditutup pada level Rp1.170 sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang tahun berjalan, saham SIDO telah memberikan imbal hasil 39,29%. Di level harga itu, perseroan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp17,55 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sido muncul

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top