Stok Bensin Membengkak, Harga Minyak WTI Tergelincir

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) tergelincir ke zona merah pada akhir perdagangan Rabu (21/8/2019), menyusul laporan lonjakan stok bensin dan minyak diesel AS yang menyulut kekhawatiran tentang lesunya permintaan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  08:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) tergelincir ke zona merah pada akhir perdagangan Rabu (21/8/2019), menyusul laporan lonjakan stok bensin dan minyak diesel AS yang menyulut kekhawatiran tentang lesunya permintaan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Oktober 2019 turun 45 sen dan ditutup di level US$55,68 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah sempat naik tajam 1,8 persen.

Sebaliknya, minyak Brent kontrak Oktober 2019 mampu menguat 27 sen dan berakhir di level US$60,30 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium sebesar US$4,62 terhadap WTI.

Kontrak minyak WTI ditutup 0,8 persen lebih rendah pada perdagangan Rabu setelah pemerintah AS melaporkan data yang bearish untuk persediaan bahan bakar tersebut Laporan ini menutupi penurunan stok minyak yang lebih besar dari perkiraan.

Peningkatan sebesar 2,61 juta barel dalam persediaan minyak diesel dan sulingan pekan lalu meleset dari perkiraan median dalam survei Bloomberg untuk penurunan sebesar 300.000 barel.

“Pedagang sedang mencari tanda-tanda permintaan produk yang kuat. Mereka benar-benar ingin dibuat terkejut untuk melihat harga menguat dan itu tidak terjadi dengan laporan ini,” jelas Ashley Petersen, analis pasar minyak Stratas Advisors.

Sementara itu, persediaan bensin membengkak sebesar 312.000 barel pekan lalu bahkan ketika analis memperkirakan penurunan 200.000 barel.

Di sisi lain, secara basis nasional, persediaan minyak turun 2,73 juta barel, lebih tinggi daripada penurunan median sebesar 1,5 juta dalam survei Bloomberg.

“Pertambahan persediaan minyak diesel dan bensin adalah tanda-tanda melambatnya permintaan,” ujar Nick Holmes, seorang manajer portofolio di Tortoise.

"Kami juga melihat melemahnya data ekonomi makro global. Melambatnya aktivitas ekonomi secara global mungkin mendorong permintaan produk lebih lemah,” tambahnya.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Oktober 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

21/8/2019

55,68

-0,45 poin

20/8/2019

56,13

-0,01 poin

19/8/2019

56,14

+1,33 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Oktober 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

21/8/2019

60,30

+0,27 poin

20/8/2019

60,03

+0,29 poin

19/8/2019

59,74

+1,10 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top