Indofood Sukses Makmur (INDF) Kucurkan Belanja Modal Rp2,2 Triliun, Ini Penggunaannya

Pada 2019, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menyiapkan belanja modal Rp7,7 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  19:13 WIB
Indofood Sukses Makmur (INDF) Kucurkan Belanja Modal Rp2,2 Triliun, Ini Penggunaannya
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Thomas Tjhie (dari kiri), Direktur Axton Salim dan Direktur Franciscus Welirang, usai RUPST dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indofood Sukses Makmur Tbk. telah menyerap 28,57 persen dari alokasi belanja modal 2019 sebesar Rp7,7 triliun.

Direktur Indofood Sukses Makmur Thimas Tjhie mengatakan, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp7,7 triliun pada tahun ini. Hingga semester I/2019, emiten dengan kode saham INDF itu telah menyerap Rp2,2 triliun atau 28,57 persen dari alokasi belanja modal tahun ini.

Thomas mengatakan, belanja modal yang terserap kurang dari 50 persen pada paruh pertama tahun ini karena beberapa divisi masih menunggu mesin yang harus diimpor.

"Impor mesin perlu waktu untuk pesan atau negosiasi harga," katanya.

Dari belanja modal INDF sepanjang tahun ini, sekitar Rp3,5 triliun dialokasikan untuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Adapun, ICBP menggunakan 70 persen dari belanja modalnya untuk segmen mi instan, 15 persen segmen dairy, dan 15 persen sisanya segmen makanan ringan dan penyedap rasa.

Hingga semester I/2019, ICBP telah menyerap belanja modal sebesar Rp1 triliun atau 28,57 persen dari alokasi belanja modal sepanjang tahun ini. Anggaran belanja modal itu digunakan untuk ekspansi segmen mi instan dan meningkatkan kapasitas produksi segmen dairy sebesar 5 persen.

Di divisi agribisnis, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) menyerap belanja modal Rp220 miliar pada paruh pertama tahun ini atau 44% dari alokasi Rp500 miliar pada 2019. Belanja modal ini digunakan untuk pemeliharaan tanaman dan replanting, serta infrastruktur berupa pembangunan tangki penyimpanan CPO.

Adapun, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. telah menyerap belanja modal senilai Rp700 miliar pada semester I/2019 atau 53,85 persen dari alokasi sepanjang tahun ini sebesar Rp1,3 triliun.

Di divisi Bogasari, perseroan akan memiliki tambahan kapasitas produksi tepung sebesar 1.000 ton per hari penggilingan di pabrik Tanjung Priok, Jakarta Utara pada kuartal IV/2019.

Perseroan juga melakukan ekspansi dengan membangun fasilitas produksi di Cibitung Jawa Barat yang diperkirakan selesai pada akhir 2020. Fasilitas produksi itu akan memberikan tambahan kapasitas produksi tepung sebesar 1.500 ton per hari penggilingan.

Thomas mengatakan, perseroan optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pada level high single digit pada tahun ini. "Tahun ini bisa capai target," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indofood, grup salim

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top