Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alam Sutera Realty (ASRI) Refinancing Obligasi Global Berbunga Tinggi

PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) memiliki dua global bond yang pertama jatuh tempo pada April 2021 sebesar US$175 juta dan US$370 juta yang jatuh tempo pada Maret 2022.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  07:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk. berencana menerbitkan obligasi untuk melunasi surat utang global senilai US$175 juta dengan bunga 11,5% yang akan jatuh tempo pada 2021.

Presiden Direktur Alam Sutera Realty Joseph Sanusi Tjong mengatakan opsi tersebut terbuka lebar bagi perusahaan sebab global bond yang akan jatuh tempo pada April 2021 dapat di-call pada April 2020.

“Memang kami ada rencana issue [obligasi global] dan lagi tunggu waktu yang tepat karena kami mendapatkan banyak feedback dari para investor agar pelan-pelan menurunkan eksposur terhadap utang dolar,” katanya pada Selasa (20/8/2019).

Sebagai informasi, ASRI memiliki dua global bond yang pertama jatuh tempo pada April 2021 sebesar US$175 juta dan US$370 juta yang jatuh tempo pada Maret 2022.

Joseph mengatakan untuk global bond pertama akan segera di-refinancing oleh perseroan mengingat utang tersebut memiliki bunga 11,5% per tahun.

Perseroan menerbitkan bond tersebut pada tahun ini untuk menutup utang anak usaha Alam Synergy Pte Ltd. di Singapura. Joseph mengatakan ASRI menerbitkan obligasi pada awal tahun di tengah kondisi sulit sehingga jatuh tempo pendek dan bunga lebih besar daripada yang ditawarkan pasar.

“Kemarin mahal karena pasar tidak ada yang mau. Bagaimana pun opsi tidak ada yang ikut padahal biasanya ada 100 investor dan volume tidak tercapai. Kami akan berusaha melunasi secepatnya pada April 2020,” katanya.

Menurutnya, pada awal tahun investor hanya mau memberikan opsi jangka pendek untuk menyerap bond yang diterbitkan perseroan.

Joseph menambahkan mungkin perseroan akan menerbitkan obligasi lain untuk menutup utang tersebut, opsinya bisa obligasi global atau domestik.

Dia berharap kebijakan The Fed menurunkan suku bunga sampai 25 basis poin dapat meningkatkan gairah pasar sehingga kondisi keuangan global membaik dan perseroan dapat menerbitkan global bond jangka panjang.

“Tenor obligasi dolar itu idealnya 5 tahun, harapan kami kondisi kian stabil di tengah perang dagang yang tidak terprediksi,’ imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alam sutera obligasi global
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top