Telegram Bakal Luncurkan Mata Uang Digital Melalui Tokenomy

Salah satu aplikasi chat terpopuler yang dipakai di dunia yaitu Telegram akan meluncurkan platform blockchain nya sendiri.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  16:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu aplikasi chat terpopuler yang dipakai di dunia yaitu Telegram akan meluncurkan platform blockchain nya sendiri.

Jaringan blockchain Telegram ini akan disebut sebagai Telegram Open Network (TON). Sebagaimana jaringan blockchain publik pada umumnya akan memiliki sebuah aset digital yang dapat ditransaksikan di dalamnya. Aset digital Telegram ini disebut dengan "GRAM".

Blockchain adalah sebuah teknologi berbentuk buku besar (digital) yang terdistribusi didalam sebuah jaringan. Telegram Open Network (TON) sendiri merupakan proyek jaringan blockchain yang dirancang dengan cepat, aman, terukur dan mampu menangani jutaan transaksi per detik.

Banyak aset digital yang sekarang sudah beredar di masyarakat saat ini tetapi sangat sulit bagi pengguna baru untuk membeli, menyimpan, dan mengirim aset digital memerlukan proses yang rumit. Telegram bertujuan untuk menyelesaikan masalah ini melalui Telegram Open Network (TON), sistem multi-blockchain yang cepat dan luas yang akan mengekspos pengguna global Telegram ke aset digital, “GRAM”.

Melaluiterobosanblockchainini, Telegram bertujuan menjadi super-app yang multifungsi, tak hanya memfasilitasi layanan pengirim pesan. GRAM diramalkan banyak pihak akan menjadi salah satu aset digital terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, serta berpotensi menjadi aset digital yang paling banyak diadopsi di dunia dengan peluncuran TON ke 260 juta pengguna aktif Telegram di dunia saat ini. Dan GRAM ini akan berfungsi sebagai terobosan ekonomi kreatif melalui aplikasiTelegram.

Para investor ritel dapat membeli GRAM melalui Tokenomy, salah satu startup Blockchain di AsiaTenggarasaatiniyangtelahbanyakmendorongberbagaiinovasiblockchainsebelumnya. "Dalam kerjasama kami denganTokenomy,kami dengan senang hati menawarkan kepada 260 juta pengguna dari Indonesia - akses istimewa dalam ekosistem Telegram Open Network." Ujar Dongbeom Kim, CEO dari Gram Asia.

Penjualan publik "GRAM" akan dimulai di Tokenomy Launchpad pada tanggal 19 Agustus dan akan berlangsung selama kurang lebih 2 minggu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telegram

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top