Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik, Saham Vale Indonesia (INCO) Melesat

Sampai dengan sesi penutupan perdagangan pertama Kamis (8/8/2019), penguatan saham INCO masih terus berlanjut. Tercatat, pergerakan menguat 120 poin atau 4,01% ke level Rp3.110.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  13:45 WIB
Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik, Saham Vale Indonesia (INCO) Melesat
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com,JAKARTA— Laju saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengawali perdagangan, Kamis (8/8/2019), dengan menguat 140 poin ke level Rp3.130.

Pada Kamis (8/8/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan telah meneken Peraturan Presiden terkait mobil listrik. Beleid itu bertujuan mendorong agar pelaku industri otomotif segera membangun industri mobil listrik di Indonesia.

Presiden menyebut kunci dari mobil listrik berada di baterai. Pihaknya meyakini indonesia memiliki bahan untuk membuat baterai mobil listrik di Indonesia.

Pernyataan Jokowi seolah melecut laju saham Vale Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, emiten berkode saham INCO itu dibuka menguat 140 poin ke level Rp3.130 pada perdagangan, Kamis (8/8/2019).

Sampai dengan sesi penutupan perdagangan pertama, penguatan saham INCO masih terus berlanjut. Tercatat, pergerakan menguat 120 poin atau 4,01% ke level Rp3.110 hingga akhir sesi I perdagangan Kamis (8/8/2019).

Seperti diketahui, INCO memiliki rencana pembangunan smelter feronikel di Bahadopi, Sulawesi Tengah. Selanjutnya, perseroan juga memiliki rencana pembangunan smelter nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Proyek Bahodopi dan Pomalaa diklaim akan menghasilkan produk olahan nikel kelas satu. Produk tersebut berbeda dengan nikel matte yang biasa diproduksi perseroan melalui pabrik di Sorowako, Sulawasi Selatan.

Nikel matte hanya digunakan untuk industri baja anti karat stainless steel. Adapun, nikel kelas satu merupakan bahan baku produk premium seperti baterai listrik untuk electronic vehicle (EV).

Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy mengklaim progres negoisasi untuk rencana pengembangan smelter berjalan dengan baik. Menurutnya, hampir seluruh item sudah disepakati.

“Hanya ada beberapa hal yang masih belum disepakati. Bulan ini dan bulan depan ada pertemuan lagi, semoga bisa tuntas dalam 1 bulan—2 bulan ini sehingga bisa segera diumumkan ke pasar setelah persetujuan pemegang saham tentunya,” paparnya baru-baru ini.

Tim Riset MNC Sekuritas dalam risetnya merekomendaiskan trading opportunity untuk saham tambang nikel, terutama INCO. Alasannya, komoditas nikel dipercaya masih akan melanjutkan kenaikan tertopang oleh pengembangan EV (Electrical Vechicle) serta terus menurunnya pasokan nikel global saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, vale indonesia tbk

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top