Bursa Asia Merah, IHSG Melemah Nyaris 1 Persen pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,98 persen atau 60,57 poin ke level 6.115,13 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,14 persen atau 70,61 poin ke level 6.105,09.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  12:48 WIB
Bursa Asia Merah, IHSG Melemah Nyaris 1 Persen pada Akhir Sesi I
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan melemah nyaris 1 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (6/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,98 persen atau 60,57 poin ke level 6.115,13 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 1,14 persen atau 70,61 poin ke level 6.105,09.

Pada perdagangan Senin (5/8), IHSG ditutup terkoreksi 2,59 persen atau 164,48 poin di level 6.175,70. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.022,60-6.157,76.

Seluruh sembilan sektor menetap di zona merah, dipimpin sektor finansial yang merosot 2,07 persen dan sektor aneka industri yang melemah 1,85 persen.

Sebanyak 86 saham menguat, 315 saham melemah, dan 251 saham stagnan dari 652 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing melemah 3,51 persen dan 2,50 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG siang ini.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan IHSG masih akan tertekan oleh berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri.

Eskalasi perang dagang seiring langkah AS mengenakan tarif baru 10 persen yang berlaku mulai 1 September 2019, yang direspon China dengan pelemahan mata uang menambah sentimen negatif pada bursa global.

“Pasar khawatir banyak negara lain akan melakukan kebijakan serupa dengan melemahkan mata uang guna menggenjot ekspor,” ungkap tim Samuel Sekuritas dalam risetnya, Selasa (6/8/2019).

Berita domestik juga ikut andil memberi sentimen negatif bagi IHSG. Pertumbuhan ekonomi kuartal II/2019 hanya 5,05 persen secara tahunan melambat dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 5,27 persen.

Padahal kuartal II/2019 disebut-sebut dapat mengangkat perekonomian di tengah adanya agenda Pemilu, bulan Ramadan dan Idul Fitri. Pasar akan menunggu rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juli 2019 oleh BI hari ini.

“Dengan sentimen negatif yang masih membayangi, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan tertekan,” ungkap mereka.

IHSG melemah di saat indeks saham lainnya di Asia rata-rata ikut melemah, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang merosot masing-masing 0,55 persen dan 0,76 persen, indeks Hang Seng melemah 0,89 persen, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,72 persen.

Di China, dua indeks saham acuannya yakni Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 1,52 persen dan 0,90 persen pada pukul 12.15 WIB.

Dilansir Reuters, gejolak perang perdagangan AS dan China kembali menggoyang investor pasar saham di Asia, namun penurunan mampu melambat setelah China menetapkan tingkat referensi yuan yang lebih kuat dari perkiraan analis.

“Ketegangan perdagangan AS-China telah meningkat di luar dugaan saya,” ujar Hiroshi Matsumoto, kepala investasi Jepang di Pictet Asset Management Ltd., Tokyo.

“Kami telah mengurangi sedikit bobot pada saham-saham. Sebaliknya, kami telah meningkatkan posisi cash dan sedikit bobot pada obligasi,” lanjutnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Sementara itu, indeks Bisnis-27 melemah 1,47 persen atau 8,02 poin ke level 535,98 dan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 0,4 persen atau 2,67 poin ke level 662,241 pada akhir sesi I.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top