Volume Penjualan Golden Eagle Energy (SMMT) Tumbuh Dua Digit

Golden Eagle Energy mengungkapkan volume produksi pada semester I/2019 naik sekitar 50% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, volume penjualan tumbuh sekitar 30% dari semester I/2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  18:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten pertambangan batu bara, PT Golden Eagle Energy Tbk., mengklaim realisasi volume penjualan batu bara perseroan tumbuh sekitar 30% secara tahunan pada semester I/2019.

Chrismasari Dewi Sudono, Corporate Secretary Golden Eagle Energy mengungkapkan volume produksi pada semester I/2019 naik sekitar 50% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, volume penjualan tumbuh sekitar 30% dari semester I/2018.

“Tren harga mengikuti ICI-4 yang cenderung menurun hingga saat ini,” ujarnya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Chrismasari menyebut realisasi sampai dengan semester I/2019 masih sejalan dengan target perseroan. Oleh karena itu, pihaknya belum berencana merevisi target yang dibidik pada tahun ini.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Golden Eagle Energy berencana meningkatkan volume penjualan dan produksi hingga 30% secara tahunan pada 2019. Dengan demikian, target pendapatan dan laba bersih akan berjalan seiring dengan rencana pertumbuhan tersebut.

Sebagai catatan, emiten berkode saham SMMT itu memiliki dua aset tambang batu bara utama yang telah beroperasi yakni PT Internasional Prima Coal di Kalimantan dan PT Triaryani di Sumatra Selatan.

Pada 2018, volume penjualan batu bara dari Internasional Prima Coal mencapai 922.000 ton atau tumbuh 8% secara tahunan. Selanjutnya, Triaryani merealisasikan volume penjualan 480.000 ton atau tumbuh 240% secara tahunan.

Dengan demikian total penjualan SMMT tahun lalu mencapai 1.402 ton. Sementara itu, total volume produksi yang dihasilkan 1,5 juta ton atau tumbuh 45% secara tahunan pada 2018.

Di sisi lain, Chrismasari menyebut saat ini penjajakan tambang baru masih dalam proses. Strategi itu sejalan dengan keinginan perseroan untuk menambah cadangan batu bara baik secara organik maupun anorganik.

Sebelumnya, Direktur Utama Golden Eagle Energy Roza Permana Putra mengungkapkan saat ini tengah dilakukan kajian terhadap sejumlah tambang untuk diakuisisi. Pihaknya menyebut tambang baru yang dibidik berdekatan dengan dua lokasi operasi perseroan saat ini.

“[Sedang dikaji] saat ini mungkin ada di Sumatra 1 dan di Kalimatan sedang mengkaji 2 tambang,” paparnya.

Roza memproyesikan untuk jenis batu bara yang diproduksi perseroan masih memiliki permintaan yang tinggi baik dari dalam maupun luar negeri terutama pasar-pasar baru di Asia Tenggara. Pihaknya menilai banyak pembangkit listrik baru menggunakan batu bara kalori 4.000 kcal/kg—4.200 kcal/kg.

“Sampai hari ini kami cukup optimistis dengan perkembangan market batu bara kami,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, golden eagle energy

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top