Kurs Jisdor Menguat, Dua Bank Sentral Ini Buat Rupiah Makin Berotot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.913 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (19/7/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  10:37 WIB
Kurs Jisdor Menguat, Dua Bank Sentral Ini Buat Rupiah Makin Berotot
Pelanggan keluar dari gerai penukaran uang asing di Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.913 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (19/7/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.913 per dolar AS, menguat 63 poin atau 0,45 persen dari posisi Rp13.976 pada Kamis (18/7).

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 54 poin atau 0,39 persen ke level Rp13.906 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (18/7), rupiah berhasil rebound dan berakhir terapresiasi 0,16 persen atau 23 poin di level Rp13.960 per dolar AS, setelah terdepresiasi dua hari beruntun sebelumnya.

Penguatan nilai tukar rupiah mulai berlanjut dengan dibuka terapresiasi 0,15 persen atau 21 poin di level Rp13.939 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.890-Rp13.945 per dolar AS.

Rupiah melanjutkan penguatannya untuk hari kedua, sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya pada Kamis (18/7).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen, setelah 8 bulan mempertahankan level 6 persen.

Penurunan suku bunga acuan dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal penting yakni laju inflasi yang terjaga dan momentum mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. 

Satria Sambijantoro, analis PT Bahana Sekuritas menyatakan, langkah penurunan suku bunga tersebut adalah yang pertama dilakukan sejak September 2017.

"Ini sudah sesuai dengan survei pasar dari 33 ekonom ada 27 yang memprediksi BI mengikuti Bank Korea turun 25 basis poin pagi ini [Kamis, 18/7]," jelas Satria melalui siaran pers yang diterima Bisnis.com.

Menurutnya, pemangkasan itu bukan hal yang fantastis dan masih bisa diikuti dengan pelonggaran kebijakan moneter lanjutan dari BI.

Apalagi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tren investasi dan ekspor yang melambat. Kondisi ini tak lepas dari kondisi perang dagang yang belum selesai.

Kebijakan pelonggaran moneter ini juga terpengaruh sikap sejenis dalam dinamika ekonomi global termasuk suku bunga The Fed.

Bank sentral AS tersebut diantisipasi akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan kebijakan yang digelar 30-31 Juli. Sebagian pelaku pasar bahkan berspekulasi atas penurunan sebesar 50 bps.

Seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,010 poin atau 0,01 persen ke level 96,784 pada pukul 09.51 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka dengan kenaikan tipis 0,022 poin atau 0,02 persen di level 96,816, setelah berakhir melemah 0,44 persen atau 0,429 poin di posisi 96,794 pada perdagangan Kamis (18/7). 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

19 Juli

13.913

18 Juli

13.976

17 Juli

13.949

16 Juli

13.925

15 Juli

13.970

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, jisdor

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top