Ini Alasan Moody's Turunkan Peringkat Agung Podomoro Land (APLN) ke B2

Perubahan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) merefleksikan ketidakpastian perserroan untuk membiayai kembali utang yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  12:22 WIB
Ini Alasan Moody's Turunkan Peringkat Agung Podomoro Land (APLN) ke B2
Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) Cosmas Batubara (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama Bacelius Ruru seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Moody's Investors Service menurunkan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) menjadi B2 dari B1.

Pada saat yang sama, Moody's juga menurunkan peringkat Senior Notes yang akan jatuh tempo pada 2024 yang diterbitkan oleh anak usaha Agung Podomoro Land, APL Realty Holdings Pte. Ltd. menjadi B2 dari B1. Adapun outlook peringkat tersebut diubah menjadi under review for downgrade dari sebelumnya negatif.

Dalam keterangan resmi, Moody's Vice President and Senior Credit Officer Jacintha Poh mengatakan perubahan peringkat itu merefleksikan ketidakpastian Agung Podomoro Land untuk membiayai kembali utang yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan. Selain itu, keuangan perusahaan juga dinilai kurang fleksibel karena terbebani oleh investasi properti, termasuk hotel.

"Penurunan peringkat mencerminkan lemahnya manajemen keuangan Agung Podomoro Land dan proyeksi kami bahwa kinerja operasional perusahaan tidak meningkat pada 2019," kata Poh dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (16/7/2019).

Pada Mei 2019, Agung Podomoro Land memperoleh fasilitas pinjaman berjangka untuk melunasi obligasi senilai Rp1,3 triliun yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan. Perusahaan menggunakan sebagaian dari fasilitas pinjaman untuk membiayai kembali pinjaman obligasi senilai Rp750 miliar yang jatuh tempo pada 6 Juni 2019.

Menurut Moody's, ketersediaan dana APLN untuk membayar kembali sisa obligasi Rp550 miliar dengan perincian Rp491 miliar jatuh tempo pada Desember 2019 dan Rp99 miliar jatuh tempo pada Maret 2020, sekarang tidak pasti.

Risiko pembiayaan kembali APLN diperburuk oleh fasilitas sindikasi senilai Rp1,3 triliun yang jatuh tempo. Saat ini, APLN belum menyampaikan rencana refinancing yang konkret.

Moody's memperkirakan metrik kredit Agung Podomoro Land akan tetap lemah selama 12-18 bulan ke depan. Hal itu sejalan dengan risiko sulitnya perseroan untuk mencapai target marketing sales Rp3 triliun pada 2019 dan 2020, serta merampungkan penjualan lahan industri di Podomoro Industrial Park Karawang senilai Rp2,5 triliun.

Lebih lanjut, Agung Podomoro Land berencana untuk menjual salah satu properti investasinya di Jakarta pada paruh kedua 2019 untuk mengurangi utang. Namun, rencana penjualan itu tertunda dan tidak akan mendukung perbaikan yang berkelanjutan terhadap metrik kredit perusahaan.

Kajian Moody's akan fokus pada kemampuan Agung Podomoro Land dalam memberikan rencana refinancing yang jelas dan konkret untuk utang yang jatuh tempo dalam 12-18 bulan ke depan. Apabila rencana perseroan dinilai kurang memadai, Moody's bisa menurunkan lagi peringkat Agung Podomoro Land dalam 1-2 bulan ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emiten properti, agung podomoro

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top