Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham ISAT Terkerek Rumor Penjualan Menara?

Berdasarkan data Bloomberg, emiten berkode saham ISAT itu bergerak pada kisaran Rp2.640-Rp2.720. ISAT parkir di level Rp2.690 pada akhir sesi I perdagangan hari ini setelah naik 60 poin atau 2,28%. Secara year-to-date, ISAT melesat 59,64%.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  13:03 WIB
Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Indosat Ooredoo Tbk. bergerak di zona hijau pada sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (10/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, emiten berkode saham ISAT itu bergerak pada kisaran Rp2.640-Rp2.720. ISAT parkir di level Rp2.690 pada akhir sesi I perdagangan hari ini setelah naik 60 poin atau 2,28%. Secara year-to-date, ISAT melesat 59,64%.

Pada hari ini, di kalangan investor tersebar kabar bahwa ISAT akan menjual 3.000 menara telekomunikasi untuk menggalang dana ekspansi jaringan.

Saat dihubungi Bisnis.com, Senior Vice President Head Corporate Communication Indosat Turina Farouk mengatakan penjualan menara merupakan salah satu opsi perseroan untuk mendapatkan dana segar. Kendati demikian, dia berujar perseroan masih mengkaji opsi tersebut.

"Penjualan menara merupakan salah satu opsi pendanaan. Namun, saat ini opsi tersebut masih sedang dalam kajian," ujarnya, Rabu (10/7/2019).

Seperti diketahui, pada 2019, perusahaan menganggarkan belanja modal  sekitar Rp10 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk
membangun base transceiver station (BTS) 4G.

Adapun, kedua strategi tersebut diharapkan dapat mendongkrak performa perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2019, kinerja perseroan membaik dengan penurunan rugi menjadi Rp292,5 miliar dari Rp405,2 milliar pada kuartal I/2019.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Michael Wilson Setjoadi mengatakan emiten telekomunikasi kini memilih untuk memperkuat jaringan. Beberapa perseroan pun mengurangi biaya operasi dan menjual aset-asetnya guna mendorong kualitas jaringan sehingga semakin fokus pada bisnis seluler.

"Tower dijual, melakukan lease back itu biar light sehingga uangnya bisa digunakan untuk investasi di network quality," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham indosat
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top