Sehari Usai Putusan MK Soal Pilpres 2019, Saham Emiten BUMN Karya Menghijau

Pergerakan saham emiten kontraktor dan infrastruktur pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara karya mengawali perdagangan, Jumat (28/6/2019), di teritori positif.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  10:48 WIB
Sehari Usai Putusan MK Soal Pilpres 2019, Saham Emiten BUMN Karya Menghijau
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresikan 10 SPBU baru di sepanjangn Tol Trans-Jawa. - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan saham emiten kontraktor dan infrastruktur pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara karya mengawali perdagangan, Jumat (28/6/2019), di teritori positif.

Mahkamah Konstitusi menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pemilihan Presiden 2019 yang diajukan oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Keputusan itu disampaikan, Kamis (27/6/2019) malam.

Berdasarkan pantauan melalui Bloomberg, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengawali perdagangan, Jumat (28/6/2019) dengan penguatan harga.

Waskita Karya misalnya, mengawali perdagangan dengan menguat 30 poin ke level Rp2.030. Saham emiten bersandi WSKT itu diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 9,53 kali.

Selanjutnya, saham Wijaya Karya juga mengawali perdagangan dengan menguat 30 poin ke level Rp2.450. Emiten berkode saham WIKA itu diperdagangkan dengan PER 19,21 kali.

Tidak ketinggalan, saham PP juga dibuka menguat 20 poin ke level Rp2.250 pada sesi pembukaan perdagangan. Saham emiten bersandi PTPP itu diperdagangkan dengan PER 19,65 kali.

Kontraktor pelat merah lainnya, Adhi Karya, mengawali perdagangan dengan menguat 5 poin ke level Rp1.700. Emiten berkode saham ADHI itu diperdagangkan dengan PER 19,94 kali.

Adapun, saham perseroan tol milik negara, Jasa Marga, langsung melesat 50 poin ke level Rp5.775 pada sesi pembukaa perdagangan. Saham emiten bersandi JSMR itu diperdagangkan dengan PER 17,86 kali.

Sebelumnya, analis Kresna Sekuritas Andreas Kristo Saragih menilai perolehan kontrak baru emiten kontraktor pelat merah masih terbilang soft pada semester I/2019. Hal itu disebabkan tingginya ketidakpastian, khususnya politik.

Kendati demikian, lanjut dia, seiring dengan rampungnya pemilihan presiden 2019 beserta sengketanya, akan mendorong banyaknya investasi yang masuk. “Saya masih optimistis untuk kinerja keuangan [emiten BUMN karya] semester I/2019],” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, kinerja emiten, Sidang MK

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top