Cenderung Flat, Communication Cable (CCSI) Bidik Pendapatan Rp400 Miliar Tahun Ini

Emiten produsen fiber optik, PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) menargetkan bisa membukukan pendapatan sekitar Rp400 miliar pada tahun ini, ditopang oleh bisnis utama perseroan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  14:43 WIB
Cenderung Flat, Communication Cable (CCSI) Bidik Pendapatan Rp400 Miliar Tahun Ini
Presiden Direktur PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. Peter Djatmiko (keempat kiri) dan direksi perseroan befoto bersama Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna Setya (kelima kiri) setelah resmi mencatatkan saham berkode CCSI di Bursa Efek Indonesia, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten produsen fiber optik, PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) menargetkan bisa membukukan pendapatan sekitar Rp400 miliar pada tahun ini, ditopang oleh bisnis utama perseroan.

Peter Djatmiko, Presiden Direktur PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. mengungkapkan bahwa target tersebut cenderung flat dibandingkan pendapatan pada tahun lalu yang senilai Rp444,99 miliar. 

“Tahun lalu memang [pendapatan] kami agak naik karena ada proyek Palapa Ring yang cukup besar. Tapi kan itu proyek cuma sekali, jadi sekarang kembali ke bisnis normal. Tahun ini dibandingkan tahun lalu lebih flat, tapi ke depannya diharapkan bisa tumbuh 15%—20% per tahun,” kata Peter di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Adapun, pendapatan emiten baru bersandi saham CCSI tersebut mengalami kenaikan 73,65% pada tahun lalu menjadi Rp444,99 miliar dari posisi Rp256,26 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut ditopang oleh Proyek Palapa Ring yang berkontribusi sekitar 29% terhadap pendapatan total.

Sementara itu, dari sisi laba, Peter menambahkan, CCSI juga memasang target untuk mempertahankan pencapaian pada tahun lalu setidaknya Rp35 miliar.

Untuk merealisasikan target tersebut, emiten yang bergerak di industri kabel serat optik, kabel listrik dan elektronik lainnya, serta industri pipa plastik dan perelengkapannya ini akan menggunakan 93% dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) untuk keperluan belanja modal.

Capex ya menggunakan dana IPO ini, sebagian besar untuk menggelar kabel laut. Sekitar 90% [dari dana IPO],” imbuh Peter.

Adapun pada periode 2019—2020, CCSI akan membangun kabel bawah laut dalam Proyek Fiber Optic Submarine Cable (Proyek FO Submarine), yang mana manfaatnya terhadap pendapatan dan laba baru bisa terlihat pada tahun depan.

Sisa dana IPO yang sebesar 10%, lanjut Peter, akan digunakan untuk kas di mana saat ini posisi perseroan masih mencatatkan net cash. Dirinya menjelaskan, posisi debt to equity ratio perseroan saat ini hanya 10% yang mencerminkan posisi keuangan yang seimbang dan solid.

Sementara itu, untuk penambahan kapasitas pabrik, Peter mengatakan belum ada rencana. Adapun perusahaan yang mulai beroperasi pada 1996 ini memiliki kapasitas produksi kabel optik sepanjang 20.000 km atau setara dengan 1,6 juta km serat optik per tahun.

Julian S. Khou, Direktur Marketing & Sales CCSI, menjelaskan bahwa pembangunan kabel laut oleh perseroan ibarat membangun tol di mana nantinya akan dikomersialkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

“Sementara ini kami kan pabrikan, membuat atas pesanan. Sementara proyek [kabel laut ini dilakukan] sendiri, nanti akan dikomersialkan,” katanya, sambil menambahkan bahwa panjang kabel laut tersebut nantinya sekitar 50 km—60 km.

Peter menambahkan bahwa industri kabel optik saat ini masih berkembang. Menurutnya, selama ekonomi digital terus berkembang, seterusnya bisnis telekomunikasi juga akan mengikuti yang otomatis membuat permintaan atas kabel optik akan bertambah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup