Sentimen Perang Dagang, Wall Street Dibuka Melemah di Awal Juni

Indeks saham AS diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin (3/6/2019), atau perdagangan pertama di bulan Juni 2019, setelah sentimen ASChina masih memanas.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  01:24 WIB
Sentimen Perang Dagang, Wall Street Dibuka Melemah di Awal Juni
Perang dagang AS-China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks saham AS diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin (3/6/2019), atau perdagangan pertama di bulan Juni 2019, setelah sentimen AS—China masih memanas.

Dikutip dari laporan Monex Investindo Futures, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 118 poin sementara indeks S&P 500 turun 0,2%. Indeks Nasdaq Composite turun 0,7%, diseret oleh saham Alphabet dan Facebook.

“Indeks Dow pada hari ini telah mencatat penurunan mingguan keenam beruntun, pelemahan mingguan terpanjang sejak tahun 2011,” papar laporan, Senin (3/6/2019) malam.

Permasalahan dengan China masih menjadi faktor besar yang memicu pergerakan saat ini. Sementara itu, yield treasury bertenor 10 tahun turun ke level rendahnya di 2,071%, atau level terendah sejak September 2017.

Di sisi lain, pelemahan bursa AS turut mendorong harga emas naik ke level tertinggi sejak akhir Maret 2019, mendekat ke level US$1.320 per troy ounce.

Sentimen negatif lainnya berpotensi datang dari potensi terkoreksinya saham Alphabet, induk perusahaan Google. Pasalnya, Departemen Kehakiman dilaporkan tengah menyelidiki perusahaan teknologi tersebut untuk pelanggaran antimonopoli.

Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di 24680, menembus ke bawah dari level tersebut berpeluang memicu penurunan lanjutan menuju ke level 24520 sebelum membidik ke level support kunci di 24200.

Sebaliknya jika bergerak naik, level resisten terdekat terlihat di 24830, menembus ke atas dari zona tersebut berpotensi menopang kenaikan lanjutan untuk menuju ke 25000 sebelum mengincar ke area resisten kuat di 25240.

Level support : 24680 - 24520 - 24200
Level resistan : 24830 - 25000 – 25240

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup