5 Berita Populer Market, Prospek Emiten Perkebunan Milik Grup Salim dan JSMR Dapat Suntikan Rp780 Miliar

Kabar prospek emiten Perkebunan Milik Grup Salim yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk.(LSIP) jadi berita terpopuler kanal Market malam ini, Rabu (29/5/2019).
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  18:20 WIB

1. Meneropong Prospek Emiten Perkebunan Milik Grup Salim

Kinerja emiten perkebunan Grup Salim berpotensi tumbuh positif seiring proyeksi meningkatnya serapan CPO ekspor dan domestik.

Grup Salim memiliki dua emiten perkebunan yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk.(LSIP). Baca selengkapnya di sini

2. JSMR Dapat Suntikan Rp780 Miliar

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mendapatkan suntikan dana dalam bentuk ekuitas Rp780 miliar dari penerbitan instrumen Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur atau KIK Dinfra yang diklaim dapat memperkuat struktur permodalan perseroan.

Pada April 2019, Jasa Marga bersama PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) meluncurkan DINFRA Toll Road Mandiri-001. Baca selengkapnya di sini

3. BISI Targetkan Kenaikan Laba 24 Persen

Perusahaan penghasil benih jagung hibrida PT BISI International Tbk. menargetkan bisa mencetak pendapatan Rp2,87 triliun dan laba Rp500 milliar pada 2019.

BISI menargetkan pertumbuhan double digit untuk top line sekaligus bottom line. Untuk top line diproyeksikan tumbuh 27 persen dibandingkan dengan 2018 menjadi Rp2,87 triliun. Baca selengkapnya di sini

4. Permintaan Cokelat di Asia Melebihi Produksi Petani

Permintaan coklat yang terus tumbuh di Asia telah melampaui kemampuan petani lokal untuk memasok biji kakao sehingga mendorong meningkatnya pengiriman dari Afrika dan AS.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Indonesia, sebagai produsen dan pengolah biji kakao terbesar di Asia, telah mengalami penurunan produksi biji kakao dalam satu dekade terakhir yang disebabkan oleh beralihnya petani biji kakao ke tanaman lain. Baca selengkapnya di sini

5. Laba Bersih Rp71,64 Miliar, Intikeramik Alamasri Industri Tak Bagi Dividen

Produsen keramik Essenza PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. memutuskan tidak membagi dividen untuk tahun buku 2018. Laba bersih digunakan sebagai laba ditahan dan investasi.

Direktur Utama Intikeramik Alamasri Industri Teuku Johas Raffli mengatakan, perseroan membukukan laba bersih yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp71,64 miliar pada 2018, baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
berita populer

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top