IHSG Bangkit dari Pelemahan, Ini Saham Pendongkraknya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari pelemahannya bahkan membukukan kenaikan lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan hari ini, Senin (20/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  16:57 WIB
IHSG Bangkit dari Pelemahan, Ini Saham Pendongkraknya
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari pelemahannya bahkan membukukan kenaikan lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan hari ini, Senin (20/5/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menanjak 1,38 persen atau 80,25 poin di level 5.907,12 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (17/5), IHSG berakhir melorot 1,17 persen atau 68,87 poin di level 5.826,87, pelemahan hari kelima beruntun.

Sebelum bangkit dari pelemahannya, indeks sempat melanjutkan pergerakannya di zona negatif dengan dibuka turun tipis 0,08 persen atau 4,39 poin di level 5.822,47 pagi tadi. Namun tak lama kemudian pergerakannya berbalik ke zona hijau dan terus menguat.

Kenaikan yang dibukukan pada akhir perdagangan adalah yang terbesar sejak menanjak 1,7 persen pada 18 Februari. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.767,4 – 5.930,15.

Delapan dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin aneka industri (+2,63 persen) dan industri dasar (+2,47 persen). Adapun sektor pertanian menetap sendiri di zona merah dengan pelemahan 0,73 persen.

Dari 633 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 230 saham menguat, 158 saham melemah, dan 245 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing naik 3,86 persen dan 2,56 persen menjadi pendorong utama bangkitnya IHSG.

Menurut Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan, secara teknikal, pelemahan IHSG sudah memasuki area oversold sehingga mengalami teknikal rebound dalam jangka pendek.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 rebound dengan berakhir menanjak 1,83 persen atau 9,18 poin di level 510,95, setelah tertekan selama delapan hari beruntun sebelumnya.

Meski demikian, aksi jual bersih oleh investor asing masih berlanjut untuk hari kesembilan berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp642,88 miliar pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia cenderung berakhir variatif. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup naik 0,04 persen dan 0,24 persen.

Namun di China, dua indeks saham acuannya Shanghai Composite dan CSI 300, masing-masing berakhir turun 0,41 persen dan 0,85 persen.

Dilansir Reuters, bursa saham emerging market, didorong penguatan pasar saham di India, sementara perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China terus meningkatkan tekanan pada saham China.

Indeks saham di Mumbai melonjak lebih dari 3 persen dan nilai tukar rupee India menguat 1 persen ke level 69,53 per dolar AS, setelah sejumlah jajak pendapat menunjukkan Perdana Menteri Narendra Modi siap untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Hal ini memastikan kesinambungan kebijakan dan stabilitas yang diperlukan. Oleh karena itu akan menarik investor dalam jangka panjang,” jelas Rushabh Maru, analis mata uang dan komoditas di Anand Rathi Shares and Stock Brokers.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

BBCA

+3,86

TLKM

+2,56

ASII

+2,99

BMRI

+2,12

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

BBRI

-1,06

HMSP

-1,21

INPP

-15,48

GGRM

-0,91

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top