Pasar Cermati Perkembangan AS-China, Bursa Global Menanjak

Pasar saham global berhasil bergerak ke posisi lebih tinggi pada perdagangan sore ini, Senin (20/5/2019), ketika para pedagang mencermati perkembangan perang perdagangan Amerika Serikat-China dan serangkaian agenda pemilihan umum (pemilu).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  16:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham global berhasil bergerak ke posisi lebih tinggi pada perdagangan sore ini, Senin (20/5/2019), ketika para pedagang mencermati perkembangan perang perdagangan Amerika Serikat-China dan serangkaian agenda pemilihan umum (pemilu).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 naik kurang dari 0,5 persen pada pukul 09.26 pagi waktu London (pukul 15.26 WIB).

Sementara itu, indeks futures S&P 500 naik 0,3 persen ke posisi 2.869,75 dan indeks MSCI emerging market naik 0,1 persen.

Bursa saham sebagian besar bergerak variatif di seluruh Asia, tetapi mampu menguat di Australia. Nilai tukar dolar Australia ikut menguat menyusul kemenangan yang mengejutkan untuk Perdana Menteri Scott Morrison dalam pemilu parlemen yang digelar Sabtu (18/5).

Bursa saham di India juga melonjak setelah sejumlah jajak pendapat menunjukkan Perdana Menteri Narendra Modi siap untuk mempertahankan kekuasaannya.

Pada saat yang sama, nilai tukar yuan offshore China menguat. Penguatan ini menandakan adanya dukungan setelah gejolak perdagangan menyeretnya ke level terendah dalam lima bulan terhadap dolar AS. Di sisi lain, nilai tukar yen tergelincir turun pascalaporan data pertumbuhan ekonomi Jepang.

Pertumbuhan ekonomi Jepang secara tek terduga melampaui ekspektasi pada kuartal pertama tahun 2019. Produk domestik bruto (PDB) Jepang menguat 2,1 persen secara year-on-year pada kuartal I/2019.

Kendati demikian, sentimen pasar secara keseluruhan tetap rapuh setelah perang perdagangan AS-China bereskalasi. Dampak ancaman Gedung Putih untuk menekan raksasa teknologi China Huawei Technologies Co. bergema di seluruh rantai pasokan global pada hari ini dan memukul beberapa saham pembuat komponen.

Dengan tidak adanya tajuk berita baru tentang konfrontasi proteksionis antara kedua negara, perhatian para pelaku pasar akan beralih pada rilis sejumlah data di AS pekan ini serta risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve pada Rabu (22/5).

"Level dana tunai berada pada level yang cukup tinggi dan investor memiliki uang untuk ditempatkan kembali ke dalam pasar,” terang Michael Metcalfe, kepala global strategi makro di State Street, kepada Bloomberg TV di Hong Kong.

“Begitu kita mendapatkan resolusi perang dagang dan mulai melihat data ekonomi yang lebih baik, seperti yang baru saja kita lihat di Jepang misalnya, maka dana itu akan kembali masuk ke dalam pasar.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, perang dagang AS vs China

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup