Nusantara Pelabuhan Handal (PORT) Alokasikan Capex 240 Miliar

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. akan mengalokasikan anggaran belanja modal senilai Rp240 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan terminal peti kemas milik perseroan.
Muhammad Ridwan | 15 Mei 2019 06:06 WIB
Sejumlah penumpang turun dari Kapal Pelni Bukit Raya Jakarta saat berlabuh di Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/7). Sedikitnya 102 kapal telah melayani sekitar 80 ribu pemudik dan penumpang di pelabuhan tersebut sejak H-18 hingga H-2 Lebaran. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. akan mengalokasikan anggaran belanja modal senilai Rp240 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan terminal peti kemas milik perseroan.

Paul Krisnadi, Direktur Utama Nusantara Pelabuhan Handal mengatakan bahwa tahun ini perseroan lebih fokus untuk melakukan pengembangan di sejumlah terminal milik perseroan di dalam dan luar negeri.

Dia mengatakan bahwa pada tahun ini perseroan akan melakukan pemasangan 4 alat bongkar muat di Terminal Tanjung Priok, Jakarta yang dikelola oleh entitas anak perseroan yakni PT Mustika Alam Lestari.

Selain itu, perseroan akan mengoptimalkan kinerja Suksawat Terminal, Thailand yang dikelola oleh entitas anak perseroan yaitu PT Parvi Indah Persada dengan pemasangan 4 alat bongkar muat.

“Jadi Rp200 miliar untuk pengembangan terminal di domestik, dan Rp40 miliar untuk pengembangan terminal di Thailand,” ujarnya dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Untuk sumber pendanaan, kata Paul, sebagian dana belanja modal akan menggunakan dari sumber internal dan sebagian porsi lainnya akan didapatkan melaui perbankan dengan komposisi sebesar 40% dan 60%.

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar perseroan, emiten berkode saham PORT tersebut memutuskan untuk tidak memberikan dividen atas laba bersih perseroan pada 2018.

Berdasarkan laporan keuangan 2018 perseroan, PORT mencatatkan pendapatan senilai Rp1,19 triliun, turun 0,92% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,2 triliun.

Sementara itu, laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk merosot tajam menjadi Rp743,32 juta dari tahun sebelumnya yang tercatat 41,96 miliar.

“Kami tidak ada pembagian [dividen] karena secara umum masih rugi bersih tahun lalu,” ungkapnya.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan jumlah peti kemas sepanjang tahun di kisaran 5%—10%.

Target tersebut ditetapkan perseroan lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan sebesar 12%—13%. Menurutnya target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi pasar.

Adapun, sepanjang kuartal I/2019, perseroan telah mengantongi pendapatan senilai US$24,7 juta.

“Sudah dua tahun tumbuh begitu cepat, jadi biasanya secara statistik, secara historikal jarang sekali bisa sustain begitu,” katanya.

Dalam perkembangannya yang terbaru, Paul mengungkapkan bahwa perseroan tengah menjajaki kemungkinan untuk menjadi operator terminal di Kalimatan.

Selain itu, perseroan tengah mengikuti tender untuk menjadi operator terminal baru yang digarap pemerintah di Patimban.

“Untuk operatornya itu masih dalam diskusi, jadi untuk tender operatornya masih belum diumumkan oleh pemerintah,” pungkasnya.

Di lantai bursa, pada perdagangan Selasa (14/5/2019), saham PORT ditutup menguat 8,33% atau 50 poin menuju level Rp650 per saham. Sepanjang tahun berjalan, saham PORT menguat 18,18% dengan price earning ratio (PER) 43,33 kali dan memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp1,83 triliun.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, nusantara pelabuhan handal tbk

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup