Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Membaik, Nusantara Pelabuhan (PORT) Masih Cetak Rugi Bersih Rp2,5 Miliar

Dari sisi pendapatan, PORT berhasil meraih pertumbuhan 5 persen menjadi Rp552,40 miliar pada semester I/2022.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  17:15 WIB
Kinerja Membaik, Nusantara Pelabuhan (PORT) Masih Cetak Rugi Bersih Rp2,5 Miliar
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT), emiten di bisnis operator terminal peti kemas serta pengadaan dan pemeliharaan alat-alat pelabuhan, pada semester I/2022 mencatatkan penurunan rugi bersih dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan PORT sampai dengan semester pertama 2022, PORT masih mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,50 miliar. Jumlah ini lebih rendah dari tahun sebelumnya rugi Rp7,93 miliar.

Kendati demikian, PORT telah mencatat laba komprehensif Rp12,24 miliar, berbalik dari rugi komprehensif sebesar Rp10,77 miliar pada periode yang sama tahun 2021.

Dari sisi pendapatan, PORT juga berhasil meraih pertumbuhan 5 persen menjadi Rp552,40 miliar dari Rp524,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bersumber paling besar dari jasa bongkar muat sebesar Rp329,37 miliar, kemudian dari jasa penyimpanan atau storage yard senilai Rp164,49 miliar.

“Pencapaian hingga semester I/2022 ini sungguh patut disyukuri. Namun demikian, kami tidak boleh lengah sama sekali karena tantangan ke depan masih tidak mudah mengingat konflik RusiaUkraina yang berkepanjangan diikuti kenaikan harga bahan bakar minyak serta inflasi tinggi yang mulai menghantui,” kata Direktur Utama PORT, Paul Krisnadi dalam keterangan pers, Kamis (18/8/2022).

Menurut Paul, perang Rusia-Ukraina tidak memiliki dampak langsung terhadap kegiatan bongkar muat peti kemas.

Volume pergerakan peti kemas internasional tumbuh 7 persen pada enam bulan pertama dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 1,5 persen pada lima bulan pertama. Akan tetapi inflasi, harga minyak dan pergerakan kurs memiliki dampak terhadap naiknya biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu, PORT berkonsentrasi pada upaya-upaya efisiensi untuk menekan biaya operasional.

“Kami melihat upaya untuk menjaga kinerja supaya tetap positif hingga akhir tahun masih akan menghadapi tantangan, mengingat kenaikan inflasi yang akan menghambat laju belanja masyarakat. Pada akhirnya, hal itu diperkirakan akan membuat kenaikan kegiatan ekonomi nasional paska pandemi akan sedikit melemah di semester kedua tahun ini,” kata Paul. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nusantara pelabuhan handal tbk Kinerja Emiten petikemas
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top