Kapuas Prima Coal (ZINC) Optimistis Harga Komoditas Terus Meningkat

PT Kapuas Prima Coal Tbk. berharap harga komoditas dapat terus meningkat sejalan dengan masih adanya defisit antara permintaan dan pasokan untuk komoditas tambang.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  06:27 WIB
Kapuas Prima Coal (ZINC) Optimistis Harga Komoditas Terus Meningkat
Kapuas Prima Coal - kapuasprima.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kapuas Prima Coal Tbk. berharap harga komoditas dapat terus meningkat sejalan dengan masih adanya defisit antara permintaan dan pasokan untuk komoditas tambang.

Direktur Keuangan Kapuas Prima Coal Hendra Susanto mengatakan pendongkrak utama kinerja kuartal I/2019 yakni kadar seng yang ditambang cenderung lebih tinggi. Selain itu, harga komoditas tersebut pada Januari 2019—Maret 2019 meningkat cukup signifikan.

Hendra mengatakan strategi yang menjadi kunci ke depan yakni efisiensi proses penambangan. Emiten berkode saham ZINC itu memastikan bottleneck dalam hal produksi dan penambangan dapat diantisipasi.

Dengan demikian, lanjut dia, dapat dipastikan dari segi kadar dan jumlah yang ditambang sesuai dengan target. Dari situ, target pengapalan setiap bulannya diharapkan berjalan dengan lancar.

“Proyeksi harga komoditas ke depan, kami berharap tentunya dapat terus meningkat yang didukung dari jumlah permintaan dansl supply dunia yang hingga saat ini masih ada defisit dari segi supply. Sehingga, harga komoditi yang kami tambang terutama zinc, timbal, dan perak tetap terjaga stabilitasnya,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (13/5/2019).

Seperti diketahui, ZINC mengantongi laba bersih Rp60,33 miliar pada kuartal I/2019. Realisasi itu naik 48,01% dari Rp40,76 miliar pada kuartal I/2018.

Sebelumnya, Direktur Utama Kapuas Prima Coal Harjanto Widjaja melaporkan pembangunan smelter seng saat ini masih dalam proses. Progres per kuartal I/2019 telah mencapai 28% dan telah diverifikasi oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Harjanto menargetkan pembangunan smelter seng dapat selesai pada 2021. Adapun, target peningkatan produksi tahun ini yakni naik menjadi 450.000 ton ore.

“Perseroan meyakini harga komoditi seng, timbal, dan perak dalam posisi stabil dan cenderung meningkat pada masa mendatang dan kami juga berkomitmen untuk terus mencari tambahan cadangan mineral terutama di area tambahan yang baru didapatkan oleh perseroan pada pertengahan 2018 di lahan sebesar 1100 hektare,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, emiten tambang, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top